Hari pertama Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK negeri jalur reguler via jalur online di sejumlah sekolah, Senin (22/6), langsung ‘’diserbu’’ oleh orangtua siswa yang mengantarkan putra-putrinya untuk mendaftarkan diri. Seperti tahun-tahun sebelumnya, sekolah negeri tampaknya masih jadi pilihan utama bagi lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikannya.
Berdasarkan pantauan di SMAN 1 dan 7 Denpasar, sejak pendaftaran dibuka pukul 08.00 antrean para orangtua bersama putra-putrinya sudah terlihat. Dengan sabar mereka menunggu giliran untuk dilayani oleh panitia pendaftaran.
Namun, para orangtua siswa itu mengaku bingung dan cemas lantaran nilai ujian nasional (NUN) terendah yang bisa diterima di sekolah negeri belum bisa dipastikan. ‘’Waswas juga anak saya tidak diterima di sekolah negeri. Apalagi, NUN lulusan SMP di Denpasar tinggi-tinggi,’’ kata salah satu orangtua siswa yang mengantarkan putranya yang lulusan SMP PGRI 10 Denpasar untuk mendaftar di SMAN 1 Denpasar.
Berdasarkan hasil rekap posko PPDB di Disdikpora Kota Denpasar, jumlah pendaftar yang sudah melakukan verifikasi sudah mencapai 2.115 siswa. Jumlah ini dipastikan akan melonjak tajam memasuki hari kedua dan ketiga besok. Jumlah pendaftar paling banyak terjadi di SMAN 4 Denpasar sebanyak 476 siswa. Di susul SMAN 7 Denpasar 429 siswa. Pendaftaran online jalur reguler dan verfikasi dibuka mulai 22-24 Juni.
Menurut Kepala SMAN 1 Denpasar Drs. Nyoman Purnajaya, M.Pd., kuota siswa yang diterima di sekolah ini sebanyak 400 orang atau 10 kelas. Pihaknya belum bisa memprediksi NUN terendah yang bisa diterima. ‘’Makin banyak yang daftar, makin tinggi nilai yang ada, maka patokan NUN-nya juga makin besar,’’ ujarnya.
Dia menambahkan, pengumuman, baik jalur prestasi maupun NUN akan diumumkan pada 27 Juni mendatang. Pengumumannya nanti bisa diakses secara umum karena akan diumumkan secara online dihttp://denpasar.siap-ppdb.com. Sementara pendaftaran ulang siswa yang diterima mulai 29 Juni hingga 2 Juli 2015.
Ditemui terpisah, Kepala Bidang Bina Program Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Made Merta, M.Si., mengatakan, NUN terendah di suatu sekolah nanti akan diranking oleh sistem. Pada sistem pendaftaran ini, pihak sekolah juga akan menerima siswa dari jalur prestasi sebanyak 20 persen dari kuota setiap sekolah. “Jalur prestasi ini menjadi otoritas sekolah dan berdasarkan kebutuhan karena sekolah juga yang menyeleksi,” katanya.
Merta menambahkan, pada seleksi PPDB tahun pelajaran 2015/2016 ini, Disdikpora Kota Denpasar menyediakan 592 “kursi” untuk siswa dari keluarga miskin yang ingin melanjutkan pendidikan di delapan SMA negeri yang ada di Denpasar. Sayangnya, ratusan jatah itu terancam terbuang percuma lantaran sepi peminat. Sampai saat ini, jumlah calon siswa baru yang mendaftarkan diri lewat jalur siswa miskin ini hanya 10 orang.
Mengingat hanya ada 10 pelamar yang mengikuti seleksi lewat jalur siswa miskin, kata Merta, berarti ada 582 “kursi” akan diisi oleh siswa baru yang mendaftar lewat jalur reguler dengan menggunakan NUN. "Berdasarkan pengalamam tahun lalu, jika jatah siswa miskin tidak terpenuhi, maka jatah yang tersisa itu akan diisi oleh pelamar dari jalur reguler," ujarnya.