Menu

Hari Pertama PPDB SMP Negeri Pendaftar Siswa Miskin Membeludak, 2.675 Siswa Lakukan Verifikasi

  • Sabtu, 27 Juni 2015
  • 6988x Dilihat

Siswa yang mendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lewat jalur miskin SMP negeri di Kota Denpasar, meningkat drastis dibandingkan saat PPDB SMA/SMK negeri. Tercatat pada hari pertama PPDB real time online (RTO) SMP negeri dibuka, Jumat (26/6) kemarin, pendaftar siswa miskin sudah mencapai 63 siswa.
PPDB SMP negeri di Kota Denpasar sudah dibuka mulai Jumat-Selasa, 26-30 Juni, dan pihak sekolah sudah melakukan verifikasi. Data yang dihimpun di Posko PPDB Disdikpora Kota Denpasar, jumlah pendaftar yang sudah melakukan verifikasi sudah mencapai 2.675 siswa. Jumlah ini dipastikan akan melonjak tajam memasuki hari kedua, ketiga dan keempat mendatang.
Jumlah pendaftar paling banyak telah melakukan verifikasi terjadi di SMPN 6 Denpasar sebanyak 356 siswa. Di susul SMPN 2 Denpasar 388 siswa siswa. Sementara sekolah paling kecil peminat terjadi di SMPN 11 Denpasar tercatat baru 72 siswa yang melakukan verifikasi.
Kabid Bina Program Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Made Merta, M.Si., membenarkan terjadi lonjakan pendaftar siswa miskinpada jenjang SMP. ‘’Terjadi lonjakan pendaftar, namun siswa yang diterima jelas dari keluarga yang miskin yang butuh bantuan pendidikan,’’ kata Merta.
Merta menambahkan, pada seleksi PPDB tahun pelajaran 2015/2016 ini, Disdikpora Kota Denpasar menyediakan 840 kursi untuk siswa dari keluarga miskin yang ingin melanjutkan pendidikan di 12 SMP negeri yang ada di Denpasar. Sementara, 63 pelamar dari jalur siswa miskin yang sudah mendaftar pada hari pertama PPDB mengincar beberapa SMP negeri favorit di Denpasar.
Secara rinci, SMPN 8 Denpasar terdaftar 16 orang pelamar, SMPN 2 Denpasar 15 orang pelamar dan SMPN 4 Denpasar 11 orang. Sedangkan di SMPN 10 Denpasar tercatat dua orang pelamar,  SMPN 12 Denpasar enam pelamar, SMPN 5 Denpasar empat siswa, SMPN 9 Denpasar empat siswa, dan masing-masing satu orang pelamar mendaftar di SMAN 1 dan 6 Denpasar. “Dari 12 SMP negeri yang ada di Denpasar, untuk sementara hanya dua sekolah saja yakni SMPN 11 dan SMPN 7 Denpasar yang belum ada pelamar dari siswa miskin,” katanya terus terang.
Merta menegaskan, 63 orang pelamar itu seluruhnya sudah lolos verifikasi, sehingga sekolah yang menjadi tujuan wajib menerima siswa bersangkutan karena sudah disediakan jatah. “Calon siswa tidak harus berprestasi, karena yang diutamakan memang status miskinnya. Tapi kalau ada yang miskin berprestasi itu lebih bagus lagi,” katanya dan menambahkan, sekolah yang menjadi tujuan ditentukan sendiri oleh siswa bersangkutan.