Menu

HUT Ke-4 SMK Bali Dewata Ciptakan Generasi yang Kreatif dan Inovatif

  • Rabu, 28 Januari 2015
  • 4550x Dilihat

KELUARGA besar SMK Bali Dewata Denpasar merayakan HUT ke-4, Sabtu malam (24/1) lalu. HUT diisi dengan potong tumpeng oleh Ketua Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala, Drs. Made Suparta, M.M., dan penampilan aneka kreativitas seni siswa serta dihibur artis pop Bali, Raka Sidan.
Pada puncak HUT ke-4 ini diisi dengan penyerahan beasiswa kepada siswa SD kurang mampu di lingkungan Peguyangan Kaja, meliputi SDN 6, 8 dan 12 Peguyangan Kaja. Beasiswa diserahkan Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, didampingi Ketua Yayasan Ketua Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala, Made Suparta; penglingsir Puri Peguyangan, A.A. Ngurah Gede Widiada serta anggota DPRD Kota Denpasar, A.A .Ngurah Wibawa.
Yang menarik semua aktivitas HUT dipusatkan di sekolah. Diisi pelatihan penulisan karya ilmiah melibatkan guru SD, SMP serta SMA/SMK se-Kota Denpasar, english competition tingkat SMP se-Denpasar, bakti sosial ke Panti Jompo, jalan santai, donor darah, serta aneka lomba internal melibatkan siswa SMK Bali Dewata.
Puncak HUT bertambah istimewa karena saat itu diserahkan mobil operasional dari PT Bima Sakti Sanjaya yang menciptakan Bimasakti Development System atau Bimasakti School. Mobil operasional berwarna putih tersebut diterima Ketua Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala, Made Suparta, dari Founder Bimasakti, Ir. I.B. Surya Sanjaya.
Selain  menjadi sekolah pencetak tunas muda sejati, SMK Bali Dewata yang terdiri dari SMK Kesehatan Bali Dewata dan SMK Pariwisata Bali Dewata kini memperkokoh diri menjadi sekolah yang melahirkan generasi muda kreatif dan inovatif. Hal ini didukung Ketua Yayasan Gita Asrama Mandala, Made Suparta, yang terus mensuport kedua sekolah kejuruan ini tumbuh dan berkembang menjadi sekolah besar dan berkualitas.
Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, menegaskan , SMK Bali Dewata yang didukung SDM andal dibidang pendidikan, ke depan akan menjadikan sekolah percontohan di Bali. Kadisdikpora menyebutkan, tidak banyak sekolah di Bali di usia empat tahun sudah memiliki fasilitas lengkap serta gedung megah. ‘’Dari sisi Feng Shui posisi sekolah ini sangat luar biasa. Posisinya strategis di jalur utama Denpasar-Badung, serta berada ditengah pemukiman masyarakat yang berkembang. Kami yakin, SMK Bali Dewata menjadi sekolah besar dan ajeg sepanjang masa,’’ tegas Eddy Mulya.
SMK Bali Dewata yang terus berkembang juga diharapkan melahirkan alumni yang berkarakter dan inovatif. Ini akan mendukung perkembangan sekolah untuk memiliki daya saing di masyarakat. Karenanya, SMK sebagai sekolah yang memiliki program keahlian harus bisa melahirkan sumber daya yang terampil dan mampu bersaing untuk menjawab kebutuhan masa depan. Saat itulah kata Kadisdikpora, SMK Bali Dewata akan menciptakan  generasi kreatif. (putra)