Menu

Jalur Siswa Miskin Sepi Peminat

  • Kamis, 16 Juni 2016
  • 1771x Dilihat

Pada seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2016/2017 ini, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Denpasar menyediakan 438 “kursi” untuk siswa dari keluarga miskin yang ingin melanjutkan pendidikan di delapan SMA negeri yang ada di Denpasar. Sayangnya, ratusan jatah itu terancam terbuang percuma lantaran sepi peminat.

‘’Sampai hari terakhir pendaftaran dan verifikasi jalur siswa miskin, Rabu (15/6), jumlah calon siswa baru yang mendaftarkan diri lewat jalur siswa miskin ini hanya 15 orang,’’ ujar Kepala Bidang Bina Program Disdikpora Kota Denpasar I Made Merta, Rabu (15/6) kemarin.

Menurut Merta, setiap SMA negeri di Denpasar diwajibkan menyisihkan 15 persen dari total daya tampung sekolahnya untuk calon siswa baru dari keluarga miskin. Namun dari ke tahun, jatah yang disiapkan itu tidak pernah terpenuhi.

Dia menduga, tidak terpenuhinya jatah tersebut lantaran persyaratan untuk bisa dikategorikan miskin sangat ketat. Yakni, calon siswa bersangkutan wajib mengantongi Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dari Kementerian Sosial RI atau Kartu Keluarga Sejahtera. “Persyaratannya memang sangat ketat yang dibuktikan dengan adanya KPS atau KKS. Hingga ditutupnya pendaftaran jalur siswa miskin, Rabu (15/6), jumlah pelamar hanya 15 orang. Padahal, jatah yang tersedia mencapai 438 orang yang tersebar di delapan SMA Negeri di Denpasar,” katanya.

Mengingat hanya ada 15 pelamar yang mengikuti seleksi lewat jalur siswa miskin, kata Merta, berarti ada 423 “kursi” akan diisi oleh siswa baru yang mendaftar lewat jalur reguler dengan menggunakan Nilai UN (NUN). "Berdasarkan pengalamam tahun lalu, jika jatah siswa miskin tidak terpenuhi, maka jatah yang tersisa itu akan diisi oleh pelamar dari jalur reguler," ujarnya.

Merta menambahkan, 15 pelamar dari jalur siswa miskin itu mengincar beberapa SMA negeri favorit di Denpasar. Secara rinci, SMAN 7 Denpasar diminati tujuh orang pelamar, SMAN 5 Denpasar diminati tiga orang pelamar dan masing-masing dua orang pelamar di SMAN 8 dan SMAN 3 Denpasar serta ada satu orang pelamar di SMAN 6 Denpasar.

“Dari delapan SMA negeri yang ada di Denpasar, hanya lima sekolah saja yang ada pelamar dari siswa miskin," katanya terus terang. 

Merta menegaskan, 15 orang pelamar itu seluruhnya sudah lolos verifikasi, sehingga sekolah yang menjadi tujuan wajib menerima siswa bersangkutan karena sudah disediakan jatah. "Calon siswa tidak harus berprestasi, karena yang diutamakan memang status miskinnya. Tapi kalau ada yang miskin berprestasi itu lebih bagus lagi," katanya dan menambahkan, sekolah yang menjadi tujuan ditentukan sendiri oleh siswa bersangkutan.

Seluruh siswa miskin itu nantinya akan bebas uang sekolah. Mereka hanya dibebankan biaya operasional yang ditetapkan oleh pihak sekolah, seperti biaya pakaian. Pendaftaran memang digelar selama tiga hari sejak Senin (15/6) lalu. Tapi, kata Merta, jika masih ada siswa yang mendaftar di jalur siswa miskin akan tetap difasilitasi. ‘’Kami sangat memaklumi, syarat-syarat itu agak susah. Makanya, apabila masih ada yang mau mendaftar lewat jalur miskin, kami akan berupaya membantu dan menfasilitasinya,’’ tegasnya. (123)