Menu

Jelang UN, Siswa Sembahyang Bersama di Pura Jagatnatha

  • Senin, 13 April 2015
  • 3618x Dilihat
Ratusan siswa SMA/SMK negeri dan swasta se-Kota Denpasar, Jumat (10/4) sore lalu melakukan persembahyangan bersama di Pura Agung Jagatnatha. Para siswa berdoa agar mereka diberikan kelancaran saat menghadapi UN yang digelar serentak di Tanah Air mulai, Senin (13/4) besok.
Dalam sembahyang bersama itu, para siswa didampingi oleh para guru dari sekolah masing-masing. Selain memohon agar diberi kelancaran, para siswa juga memohon kelulusan dengan nilai yang baik agar bisa diterima di perguruan tinggi negeri.
Bagi siswa, persembahyang bersama ini sama pentingnya dengan belajar. Sebab, selain mempersiapkan diri secara akademik, mereka juga perlu mengimbanginya secara spritual.
Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, mengungkapkan, persembahyangan ini bertujuan untuk memohon ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, agar pelaksanaan UN di Denpasar dapat berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Dikatakan, persiapan UN sudah matang, di mana siswa sudah melakukan persiapan sekala dan niskala. ‘’Secara sekala dengan giat belajar termasuk menempuh pengayaan dan try out, sementara secara niskala dengan melakukan persembahyangan atau doa bersama yang dilakukan di sekolah masing-masing, termasuk tangkil ke Pura Agung Besakih,’’ ujar Eddy Mulya.
Eddy Mulya menerangkan, UN tingkat SMA/MA dan SMK di Denpasar diikuti 12.894 siswa, meliputi 5.878 peserta ujian SMA/MA dan 7.016 peserta ujian SMK, serta 7 orang peserta ujian SMA LB. Dalam menghadapi UN, Eddy Mulya meminta, siswa harus menjaga kesehatan jasmani dan rohani sehingga tak menimbulkan stres. ‘’Manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk belajar dan jangan begadang. Kedua, siswa harus optimis dan jangan takut menghadapi UN. Jawablah soal-soal UN dengan tenang, dan tanamkan rasa mampu dan percaya dari dalam mengerjakan soal. Ketiga, jangan mengharapkan bantuan dari orang lain dalam menjawab soal-soal UN,’’ paparnya.
Mantan Asisten II Setda Kota Denpasar ini meminta peserta UN harus mengikuti tahapan kerja sebelum mulai mengerjakan soal. Guru yang bertugas sebagai pengawas ruangan dalam pelaksanaan UN dapat menginformasikan tahap-tahapan kerja tersebut dengan baik kepada peserta UN sebelum mengerjakan soal, sehingga tidak ada peserta UN yang dirugikan. ‘’Dengan persiapan yang matang, kami optimis siswa di Denpasar mampu mengerjakan soal UN dengan baik,’’ tandasnya. (putra)