SMP PGRI 5 Denpasar, rutin setiap tahun menggelar Olimpiade Matematika tingkat SD se-Kota Denpasar dan Badung. Tahun ini juara umum I dipegang siswa SDN Tulangampiang. Olimpiade dibuka oleh Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, Sabtu (31/1) lalu, dihadiri Ketua YPLP Dikdasmen PGRI Kota Denpasar, Drs. Nengah Madiadnyana, M.M., serta pembina Drs. Ketut Kontra dan Drs. Putu Suarka.
Olimpiade Matematika yang ke delapan ini, menurut Kepala SMP PGRI 5 Denpasar, Dr. Wayan Wirasa, M.M., M.Pd., diikuti 45 peserta, meningkat dari tahun lalu yang hanya berjumah 38 peserta. Olimpiade ini sebagai upaya sekolah untuk membuat pelajaran matematika menyenangkan. Dengan demikian mereka bisa bermain sambil belajar. Apalagi selama ini matematika dianggap pelajaran manakutkan. Makanya pelaksanaan olimpiade ini dinilai pas sebagai ajang pemanasan ujian sekolah di SD.
Lebih dari itu, olimpiade menurut Wirasa, sebagai ajang evaluasi pembelajaran matematika di SD, sekaligus menjaring siswa berbakat di SD. Di samping untuk memperkenalkan SMP PGRI 5 Denpasar dan fasilitasnya kepada calon siswa baru.
SMP PGRI 5 Denpasar dikenal sebagai gudangnya atlet berprestasi. Pada Porjar tahun lalu, SMP PGRI 5 Denpasar menempati ranking 5 dari 12 SMP negeri dan 58 SMP swasta di Denpasar. Di samping itu, memiliki kelas bilingual dan guru bilingual. Sedangkan di kelas II dan III memiliki kelas unggulan sebagai gudangnya siswa cerdas.
Tampil sebagai juara umum I Putu Tanisia Putri Wirawan (SDN Tulangampiang), juara II Dewa Nyoman Aditya Mahadiputra (SDN Tulangamping) dan juara III Gusti Agung Krisna Wulandari (SDN 14 Pemecutan). Para juara I, II dan III diberikan hadiah berupa piala tetap, piagam dan uang pembinaan. Jika memilih SMP PGRI 5 Denpasar, meraka langsung diterima dan dibebaskan uang gedung. Sedangkan juara umum berhak atas piala bergilir Ketua YPLP Dikdasmen PGRI Kota Denpasar. Dan, bagi yang masuk final (10 besar) diberikan piagam dan hadiah piagam.
Nengah Madiadnyana, menegaskan, event ini merupakan program yayasan agar persekolahan PGRI menggalakkan lomba-lomba mata pelajaran. Dengan demikian sekolah PGRI ikut berperan mencerdaskan bangsa. Karenanya ia menekankan, event ini harus dijalankan profesional dan maksimal sebagai salah satu bagian dari pencitraan sekolah di masyarakat.
Ketut Kontra juga memberi apresiasi olimpiade yang digelar SMP PGRI 5 Denpasar. Olimpiade ini ia sebut sebagai salah satu langkah meningkatkan daya saing dan kompetitif sesuai keunggulannya.
Kadisdikpora IGN Eddy Mulya, sangat mengapresiasi Olimpiade Matematika yang digelar SMP PGRI 5 Denpasar. Olimpiade yang dapat mengangkat citra positif sekolah ini diharapkan bisa diteruskan dengan melibatkan lebih banyak lagi siswa SD serta menambah reward bagi pemenang sebagai motivasi.
Olimpiade Matematika, dikatakan Eddy Mulya, selain sebagai wahana edukasi, sekaligus membentuk mental generasi muda berkipir kritis dan cepat mengambil keputusan. Karena dalam pelajaran matematika dituntut mampu menyelesaikan masalah dengan cepat, tepat dan jujur. Mereka mampu menguasai tiga hal tersebut akan menjadi pemilik masa depan.
03 Februari 2026
26 Maret 2026