Menu

Kadisdikpora Tekankan UN Harus Jujur

  • Selasa, 05 Mei 2015
  • 2427x Dilihat
Sebanyak 12.983 siswa SMP di Kota Denpasar secara serentak mengikui Ujian Nasional (UN) mulai Senin (4/5). UN pada hari pertama mengujikan pelajaran Bahasa Indonesia. Pada hari pertama pelaksanaan UN di Kota Denpasar belum ditemukan kendala seirus. Hanya ada satu LJK yang robek di SMP Wisata Sanur dan sudah ditanggulangi dengan LJK cadangan.
Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, saat memantau UN di SMPN 9 Denpasar dan SMP Wisata Sanur, secara tegas sudah mengintruksikan agar UN di Kota Denpasar berjalan jujur.  Alasannya bukan nilai tinggi menjadi ukuran melainkan integritas.
Untuk itu perangkat UN termmasuk pengawas diminta  bekerja sesuai tupoksinya. Di antaranya melarang siswa  membawa barang elektronik ke dalam ruangan dan mengawasi  UN secara seksama bukan melakukan tugas lainnya.
Sekalipun UN kali ini tak dipakai syarat kelulusan, Kadis meminta jajaran sekolah untuk memotivasi siswa meraih nilai terbaik. Apalagi sekolah di Denpasar selalu meraih predikat terbaik di UN setiap tahun.’’Jika ditemukan pelanggaran berat berupa sengaja membocorkan soal dan kunci jawaban UN, bisa kena sanksi pidana karena tergolong membocorkan rahasia negara,’’ tegasnya.
Dia menambhakan bukan itu yang dicari melainkan agar UN berjalan jujur dengan prestasi  yang sebenarnya. Untuk itu dia minta sekolah atau guru jangan sampai membantu siswa apalagi menyebarkan isu kunci jawaban bocor.
Di SMPN 9 Denpasar tercatat 408 siswa mengikuti UN dan hadir semua. Demikian juga di SMP Wisata Sanur tercatat 411 peserta UN dengan kehadiran 100 persen.
Kepala SMPN 9 Denpasar, Drs. Made Arawan, M.M., dan Kepala SMP Wisata Sanur Drs. Gusi Made Raka, menegaskan semua ketentuan pelaksanaan UN dijalankan secara disiplin. Semua tas dan HP siswa dikumpulkan di luar ruangan dan pengawas dilarang membaca koran. (putra)