Drs. Nyoman Selem Darmana, M.M. sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Denpasar menjelaskan, keunggulan pertama K-13 adalah menolong guru yang kekurangan jam, sehingga dengan K-13 itu bisa terpenuhi, selain itu buku K-13 juga sudah ada dan banyak guru-guru yang menguasai IT. Apalagi, Kemendikbud pada tahun 2019 juga akan menetapkan K-13 sebagai dasar pendidikan Indonesia. ‘’Kalau kita menggunakan KTSP pada tahap selanjutnya juga harus menerapkan K-13, jadi lebih baik sekarang saja diterapkan sebagai bentuk persiapan diri," katanya.
Apapun kurikulumnya, kata Selem Darmana, semua tergantung SDM pelaksananya. Makanya dia menegaskan siswa, guru dan karyawan komitmen dengan diri dan sama-sama belajar. Guru harus belajar metode di K-13, sementara siswa konsekuen menjalankan secara cerdas.
Ia menjelaskan, dirinya sangat setuju sekali dengan sekolah yang menggunakan K-13 karena banyak proses yang menantang agar guru lebih banyak pengetahuannya di bidang pendidikan. ‘’Apa yang kurang perlu dievaluasi dan diperkuat kontensnya,’’ujarnya.
Di sisi lain, MKKS SMK mendesak Pemkot Denpasar untuk segera melakukan pengadaan dan mendistribusikan buku-buku K-13. Di samping itu melakukan peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan dan implementasi K-13 dalam bentuk pendampingan. ‘’Segera didistribusikan dan jangan lama-lama,’’ ujar Selem Darmana.
03 Februari 2026
26 Maret 2026