DENPASAR – Komisi III dan Komisi IV DPRD Kota Denpasar melaksanakan kunjungan kerja ke SD Negeri 14 Pemecutan dan SD Negeri 15 Pemecutan pada Senin (27/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif untuk memastikan pembangunan sarana pendidikan berjalan sesuai target serta menindaklanjuti kondisi infrastruktur sekolah yang memerlukan penanganan.
Di SD Negeri 14 Pemecutan, rombongan DPRD meninjau progres pembangunan gedung sekolah yang dikerjakan oleh PT Taurus Sejahtera. Rombongan diterima Plt. Kepala SD Negeri 14 Pemecutan, I Gusti Ayu Putu Asri Purnami, S.Pd., bersama jajaran guru, tenaga kependidikan, pihak kontraktor, serta Konsultan Pengawas PT Dana Sularsa Cipta.
Plt. Kepala SD Negeri 14 Pemecutan, I Gusti Ayu Putu Asri Purnami, menjelaskan bahwa selama proses pembangunan yang dimulai pada 21 Mei 2026, seluruh kegiatan belajar mengajar untuk sementara dipindahkan ke SD Negeri 24 Pemecutan. Sebanyak 17 rombongan belajar menjalani pembelajaran pada sesi siang guna memastikan proses pendidikan tetap berjalan dengan baik.
Ia menambahkan, setelah pembangunan selesai, SD Negeri 14 Pemecutan akan menjadi lokasi regrouping bagi siswa SD Negeri 8 Pemecutan. Gedung baru tersebut akan memiliki 18 ruang kelas yang diproyeksikan mampu menampung sekitar 500 siswa.
Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, mengapresiasi progres pembangunan yang saat ini berada di atas target, serta meminta agar pemasangan atap dapat diselesaikan sebelum memasuki musim hujan. Ia turut memberikan sejumlah masukan terkait penyediaan fasilitas pendukung, seperti toilet, wastafel di setiap lantai, pembangunan lubang biopori, serta teba modern sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan sekolah.
Pada hari yang sama, Komisi III dan IV DPRD Kota Denpasar juga meninjau kondisi tembok penyengker SD Negeri 15 Pemecutan yang jebol akibat banjir beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, rombongan diterima Kepala SD Negeri 15 Pemecutan, IA. Arini, bersama para guru dan siswa.
Ketua Komisi IV, I Wayan Duaja mengaku kehadiran Dewan untuk menindaklanjuti keluhan tokoh masyarakat serta warga terkait rusaknya tembok penyengker yang belum tertangani sejak jebol diterjang banjir beberapa bulan lalu.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suriawan, menjelaskan bahwa kerusakan serupa juga terjadi di sejumlah sekolah lain di Kota Denpasar. Perbaikan dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat kerusakan dan kemampuan anggaran daerah.
Suriawan berharap perbaikan tembok penyengker dapat direalisasikan melalui APBD Induk Tahun 2027, termasuk penanganan kondisi halaman sekolah yang lebih rendah dari badan jalan agar tidak lagi menimbulkan genangan saat musim hujan.(pk)
03 Februari 2026
26 Maret 2026