Menu

Komisi X DPR-RI Apresiasi SMAN 5 Denpasar Hadapi UN

  • Jumat, 10 April 2015
  • 2506x Dilihat
SMAN 5 Denpasar (Smanela) mendapat kehormatan dikunjungi lima anggota Komisi X DPR-RI bidang pendidikan, Rabu (8/4) kemarin. Rombongan Komisi X DPR-RI dipimpin Ir. H.M. Ridwan Hisjam berada di Smanela sekitar 1 jam.
Kehadiran para anggota DPR-RI di Smanela serangkaian meninjau persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2015 yang digelar serentak mulai 13 April mendatang. Para anggota dewan ini terkesima dengan lingkungan Smanela yang menyandang gelar Sekolah Adiwiyata Mandri ini tertata apik dan rindang. Saat itu Kepala SMAN 5 Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum., didampingi Kabid Jibang Disdikpora Bali, Ketut Seputra Aryadi.
Nyoman Winata ketika ditanya Ridwan Hisjam  soal persiapan menghadapi UN menjelaskan, tahun ini UN diikuti 355 siswa terdiri dari 268 siswa program IPA dan 87 siswa program IPS. Meski pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) merubah format kelulusan sekolah tahun 2015 ini, dimana kelulusan ditentukan oleh sekolah, namun pihaknya tetap mempersiapkan siswanya untuk menghadapi UN dengan persiapan matang.
Pihaknya tetap menggelar pengayaan khusus bagi semua siswa kelas XII. Selain itu, mengikuti try out yang diselenggarakan oleh Disdikpora Bali dan Disdikpora Kota Denpasar. Winata menyebutkan, pengayaan itu tidak semata ditujukan untuk kepentingan UN. Namun, memburu target yang lebih tinggi lagi yakni meluluskan alumni sebanyak-banyaknya ke PTN-PTN favorit di Indonesia. ‘’Sejak jauh-jauh hari semua siswa sudah kita beritahu dan kita siapkan semaksimal mungkin. Sehingga apapun bentuk (format kelulusannya) mereka siap,’’ kata Winata.
Bahkan, tahun depan ia berahap Smanela bisa melaksanakan UN secara online atau Computer Based Test (CBT). Dalam penilaiannya nanti, kata Winata menggunakan rumus 50% nilai rata-rata raport dan 50 % nilai Ujian Sekolah. Dimana pada setiap bidang mata pelajaran nilai terendah dipatok 6,00 dan rata-rata 7,50.
Ridwan Hisjam langsung memberi apresiasi persiapan Smanela menghadapi UN yang sudah dilaksanakan secara matang. Termasuk penyiapan tempat penyimpanan naskah UN sangat representatif dan dilengkapi CCTV. Diingatkan, dalam pelaksanaan UN yang diutamakan bukan nilai yang bagus, melainkan kejujuran yang harus diprioritaskan.
Meski demikian, lanjut dia, sekolah maupun siswa memang dituntut mempersiapkan diri dengan maksimal dalam menghadapi UN tahun ini. Kelulusan masing-masing siswa, kata dia, memang tidak hanya ditentukan oleh nilai UN, namun hasilnya tetap penting sehingga setiap sekolah memang dipantau kesiapannya mempersiapkan siswanya menghadapi UN tersebut.
Ia juga mengaku puas setelah melihat pembangunan, sarana belajar dan lingkungan di SMAN 5 Denpasar. Kondisi ini pas dengan visi Smanela yakni sekolah cerdas berbasis lingkungan. Bahkan, secara kualitas dia mengakui pendidikan di Bali termasuk kategori bagus di tingkat nasional. (putra)