Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, menggelar kompetisi bahan ajar dan kreativitas siswa berbasis ICT. Kompetisi diikuti guru dan siswa SMP, SMA dan SMK se-Kota Denpasar, dibuka Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, Kamis (25/9) kemarin.
Kasi IT Bidang Bina Program Disdikpora Kota Denpasar, Nyoman Suriawan, S.T., mengatakan, kompetisi bahan ajar dan kreativitas belajar siswa ini rutin digelar tiap tahun, sejalan dengan program cyberschool yang merupakan salah satu program aksi Pemkot Denpasar pada Disdikpora Denpasar. Kali ini, kompetisi bahan ajar diikuti 13 guru, sedangkan lomba video edukasi kreativitas siswa diikuti 13 sekolah.
Melalui kompetisi ini diharapkan dapat meningkatkan sekaligus membentuk kultur pembelajaran kreatif dan inovasi guru dan siswa serta memperkaya media pembelajaran, dan menyemarakan content situs cyberschool. Sasaran lain dari kompetisi bahan ajar berbasis ICT, kata Suriawan, dapat merangsang kesadaran guru akan pentingnya bahan ajar berbasis ICT. Muaranya dalam pembelajaran dapat berkontribusi untuk meningkatkan mutu proses dan pembelajaran.
Demikian pula kompetisi kreativitas belajar siswa berbasis ICT diharapkan terbentuk student centered, dan melalui pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan mampu meningkatkan mutu pembelajaran.
Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, mengapresiasi tinggi diselenggarakannya kompetisi ini. Ia mengatakan, kompetisi ini sangat pas di era kekinian yang berbasis ICT. Kompetisi ini juga diharapkan bisa menjadi trendmark dan mendukung Denpasar sebagai kota wisata pendidikan. Karena kegiatan ini difasilitasi oleh Pemerintah Kota Denpasar, tidak ada alasan bagi sekolah tidak ikut berkompetisi.
Ia mengatakan guru tak boleh terlena dengan kemampuan yang dimiliki saat ini, melainkan terus mengkoreksi diri dalam pengajaran yang kreatif. Makanya, Eddy Mulya menantang guru-guru lebih berinovasi dan kreatif dalam penyusunan formula bahan ajar. Selain menumbuh kembangkan kreativitas guru di bidang perancangan (desain), pengembangan (development), pemanfaatan (utilization), pengalolaan (management), dan penilaian (evaluation) multimedia pembelajaran.
Bahan ajar yang kreatif dan menyenangkan ini diharapkan akan memunculkan ketertarikan siswa mengikuti proses pembelajaran secara ringan, tapi melekat pada otak siswa. Artinya guru tidak terpaku pada konsep menjemukan dan membosankan bagi siswa.
Untuk kompetisi kreativitas belajar siswa berbasisi ICT, diharap Eddy Mulya, mampu terbentuk kultur pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) dan mampu menghasilkan sebuah karya kompetitif dan kehebatan siswa bisa diaplikasikan untuk masyarakat. Ini ia sebut sebagai sains terapan. ‘’Kita dorong siswa mampu menciptakan video edukasi, sehingga akan menjadi muatan yang sangat menarik bagi proses transfer edukasi,’’ tandasnya.
03 Februari 2026
26 Maret 2026