Menu

Lantik Satgas Anti Narkoba

  • Selasa, 01 Desember 2015
  • 1514x Dilihat

SMAN 4 Denpasar (Foursma) mempelopori terbentuknya Satuan Tugas (Satgas) Antinarkoba di lingkungan sekolah di Denpasar. Satgas Antinarkoba Foursma yang terdiri dari siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Foursma itu, dilantik Senin (30/11) kemarin.

Pelantikan dilakukan langsung Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar, I Wayan Gede Suwayu, S.H., M.H. Turut hadir dalam pelantikan tersebut Wakasek Kesiswaan SMAN 4 Denpasar, Made Sudana, S.Pd., M.Pd., dan Pembina KSPAN Foursma, Drs. A.A. Ketut Sujana.

Wakasek Kesiswaan, Made Sudana, mewakili Kepala SMAN Kepala SMAN 4 Denpasar, Dr. Wayan Rika, M.Pd., menegaskan pembentukan Satgas Antinarkoba tersebut bertujuan untuk menyampaikan informasi dan edukasi tentang bahaya narkoba sejak dini kepada seluruh siswa di lingkungan sekolah. “Pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba adalah tanggung jawab semua komponen, termasuk salah satunya pihak sekolah untuk menyelamatkan anak bangsa dari jerat maut narkoba dan meningkatkan kualitas hidup generasi bangsa” katanya.

Ia berharap semoga dengan dibentuknya Satgas Antinarkoba tersebut dapat mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan pelajar. ”Kami berharap agar satgas kami selalu dimonitoring BNN Kota Denpasar agar dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.

Kepala BNN Kota Denpasar, Wayan Gede Suwahyu, mengapresiasi terbentuknya Satgas Antinarkoba SMAN 4 Denpasar. Ia berharap sekolah lain segera mengikuti langkah tersebut.

Menurut Suwahyu, peredaran gelap narkoba sangat memprihatinkan, jangan sampai menyentuh pelajar. Satgas ini nanti dapat bertugas memberikan sosialisasi bahaya narkoba terhadap rekan sebaya. Mereka akan berperan sebagai konselor atau penyuluh sesama rekan-rekan mereka. ‘’Sesama pelajar harus saling mengingatkan dampak buruk narkoba dan penerapan strategi peer educator cukup efektif untuk sosialisasi bahaya narkoba,’’ ujarnya.

Suwahyu menambahkan, penyuluhan dengan teman sebaya justru bisa lebih fleksibel dan mudah ditangkap oleh siswa. Satgas Antinarkoba berperan seabgai fasilisator antara BNN Kota Denpasar dengan siswa yang ada di sekolah. ”Para Satgas ini adalah role model. Mereka menjadi contoh terbaik dalam rangka mengampanyekan bahaya narkoba,” katanya.

Sebagai kota metropolitan dengan jumlah kaum muda yang besar, keberadaan pelajar di Kota Denpasar sangat rentan dengan masalah narkoba. Suwahyu mengatakan, faktor yang mempengaruhi pelajar memakai narkoba dikarenakan rasa keingintahuan siswa semakin besar.

“Mari kita selamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba dengan penanganan terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan dan dalam pelaksanaannya perlu keterlibatan semua pihak, khususnya para orangtua dan keluarga sebaga bagian terdekat dari anak-anak. Dengan cara ini, maka saya yakin anak, keluarga dan lingkungan kita akan terbebas dari bahaya narkoba yang bisa menghancurkan masa depan generasi bangsa,” ungkapnya.