Menu

Lulusan SMK Tidak Boleh Menganggur

  • Jumat, 27 Mei 2016
  • 832x Dilihat

Pengangguran masih menjadi salah satu masalah di Indonesia. Padahal, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) setiap tahunnya selalu mencetak lulusan baru yang siap kerja.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha, mengatakan, pengangguran terjadi karena banyak faktor. ‘’Pengangguran bukan hanya dihasilkan dari produk suatu institusi, tapi juga karena faktor lain, seperti kondisi ekonomi dan kurangnya informasi,’’ ujar Supartha, Kamis (26/5) kemarin.

Ia mengungkapkan, paradigama pendidikan khususnya SMK harus mulai berubah dari supply minded (orientasi jumlah) menjadi demand minded (kebutuhan) ke dunia kerja. Artinya sekolah harus mampu menggali apa saja yang dibutuhkan oleh pasar kerja dan harus ada link and match antara dunia usaha dan dunia industri (dudi) dengan berbagai macam program dan kurikulum di sekolah.

‘’Pendidikan kejuruan sangat spesifik lantaran mencetak SDM yang siap pakai. Makanya pendidikan di SMK harus berbasis kompetensi, sehingga begitu lulus mereka siap bekerja dan melanjutkan studi,’’ ujarnya.

Menurut Supartha, dengan link and match-nya antara dudi dengan program dan kurikulum SMK, sehingga adanya keterpautan dan kesepadanan dalam lembaga pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Karenanya, sinergisitas antara dunia pendidikan dan dunia industri sangatlah penting.

Ia menyebutkan, sejauh ini lulusan SMK di Denpasar mayoritas terserap di dudi. Dengan melanjutkan pendidikan di SMK, siswa akan memiliki keterampilan atau bekal hidup (life skill) jika nantinya tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. ‘’Dengan demikian mereka sudah siap kerja begitu menamatkan pendidikan menengah kejuruan,’’ ujarnya.

Diingatkan Supartha, upaya penjaminan mutu pendidikan --sebagai upaya untuk menjadikan pendidikan memiliki keunggulan dan daya saing-memerlukan berbagai masukan dari pengguna lulusan. Dalam konteks pendidikan menengah atas dan kejuruan, penyelenggaran pendidikan  dalam hal ini SMK perlu untuk menggali informasi mengenai kekurangan dan kelebihan para lulusannya dalam mengisi dan berinteraksi dengan dudi.