Menu

Masyarakat Masih Antusias Lihat Pengumuman di Sekolah

  • Senin, 06 Juli 2015
  • 3862x Dilihat
Sesuai dengan jadwal, hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMP negeri tahun pelajaran 2015/2016 se-Kota Denpasar, diumumkan secara resmi, Sabtu (4/7). Sejak pukul 08.00, pengumuman itu sudah dapat dilihat lewat situshttp://denpasar.siap-ppdb.com.
Sekalipun pengumuman sudah dilakukan secara online (bisa dilihat lewat jaringan internet), tetapi sebagian besar masyarakat masih datang ke sekolah. Di SMPN 3 Denpasar, misalnya. Pihak sekolah sudah mempersiapkan print out pengumuman hasil PPDB online yang ada di website PPDB, lantas menempelkannya di papan pengumuman.
Begitu papan pengumuman dikeluarkan, para orangtua yang menunggu di halaman sekolah langsung menyerbu papan pengumuman tersebut. Beragam ekspresi ditunjukan calon siswa. Ada yang gembira dan ada pula yang sedih.
Akan tetapi, sebagian besar terlihat senang karena diterima. Barangkali mereka yang datang ke sekolah memang sudah dapat menduga kalau diterima. Karena lewat menu jurnal sementara dalam website PPDB, sejak awal pendaftaran sebelum pengumuman resmi, dugaan untuk dapat diterima di sekolah tertentu sudah dapat “dibaca”.
Data di website http://denpasar.siap-ppdb.com menunjukkan, hampir seluruh SMP negeri di Kota Denpasar nilai ujian sekolah terkoordinasi (UST) SD calon siswa yang diterima terendahnya 86,9 ke atas. Nilai paling rendah diterima di SMPN 11 Denpasar yakni 434,50.
Kabid Bina Program Disdikpora Kota Denpasar, Made Merta, membenarkan persaingan PPDB SMP negeri tahun ini sangat ketat. Nilai-nilai UST SD yang masuk ke SMP negeri tahun ini rata-rata relatif tinggi. Daya tampung SMP negeri pada jalur reguler hanya 2.520 untuk 12 SMP negeri, sementara pendaftar mencapai 6.207 siswa.
Saking ketatnya persaingan di jalur reguler, calon siswa yang terlempar dari sistem PPDB online terpaksa harus mendaftar di SMP swasta. “PPDB online ini selain untuk mengeliminir cara-cara curang, juga untuk memberikan kesempatan sekolah swasta mendapatkan input siswa yang berkualitas,” kata Merta.
Merta mengungkapkan, bagi calon siswa yang memiliki nilai yang sama pada batas maksimum daya tampung, oleh sistem yang bekerja secara online dilakukan urutan langkah seleksi berdasarkan perolehan nilai mata pelajaran, serta diutamakan siswa asal dalam daerah (Kota Denpasar) dan umur yang lebih tua. Jadi mereka yang berhak lulus hanyalah satu orang calon siswa. “Dalam petunjuk teknis PPDB online sudah kita uraikan ketentuan tersebut. Siswa dengan nilai sama hanya diterima satu orang saja,” ungkapnya.
Sementara itu, calon siswa yang mengetahui nilainya tak masuk dalam ranking penerimaan PPDB di SMP negeri, langsung memilih sekolah swasta. Kondisi ini menyebabkan sejumlah SMP swasta di Denpasar mulai diserbu calon siswa baru.
Di SMP Dwijendra Denpasar misalnya, puluhan calon siswa dan orangtua berbondong-bondong mendaftar di sekolah yang berada di Jalan Kamboja ini. Diakui, Wakasek SMP Dwijendra Denpasar, I Made Yoga Mahendra Andika, mulai hari terakhir pendaftaran PPDB di SMP negeri, banyak calon siswa yang sudah mendaftar di SMP Dwijendra Denpasar. ‘’calon siswa yang sudah mendaftar ulang mencapai 400 orang lebih,’’ ujarnya. (putra)