Menu

Mendidik Siswa-Siswi Untuk Jujur Menghadapi UN

  • Jumat, 26 Februari 2016
  • 871x Dilihat

Pelaksanaan try out (ujian pemantapan) ujian nasional (UN) tingkat SMP yang difasilitasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, mendapat apresiasi positif dari praktisi pendidikan. Selain bermanfaat untuk melatih siswa menghadapi UN sesungguhnya, sekaligus memantapkan pelaksanaan UN yang jujur dan berintegritas.

‘’UN kini telah mengembalikan semangat pendidikan, yaitu menjadi karakter siswa yang tidak hanya pandai namun juga jujur dan bertanggungjawab. Kami harapkan anak didik seperti itu, nilai tinggi sama dengan pandai. Tidak mencontek artinya mengerjakan dengan jujur dan bertanggungjawab,’’ tegas Kepala SMP PGRI 9 Denpasar, AA Ketut Sumitra, Kamis (25/2) kemarin.

Di sekolah ini, try out UN diikuti 162 siswa. Selama dua hari pelaksanaan try out berjalan lancar dan tidak ada kendala. Sumitra selalu berpesan kepada para siswa untuk tetap bersemangat dan rajin belajar, meskipun UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan. ‘’Memperoleh hasil nilai ujian nasional tinggi tentu akan dapat membanggakan keluarga dan sekolah. Kunci untuk keberhasilan itu hanyalah belajar yang rajin,’’ tegasnya.

Sumitra melanjutkan, tak hanya kepada siswa, permintaan agar tidak mempercayai iming-iming bocoran soal saat UN nanti juga disampaikan kepada orang tua murid. Mereka selalu ditanamkan untuk ikut mendidik siswa-siswi secara jujur.

Melibatkan orang tua memberikan perhatian terhadap persoalan ini, menjadikan benteng kepercayaan diri siswa bertambah kuat. Selain dari sekolah, mereka juga mendapat bimbingan keluarga.

“Kepercayaan diri siswa harus dibangkitkan. Mereka wajib memahami pentingnya mengerjakan soal atas kemampuan sendiri. Percaya dengan iming-iming bocoran justru akan merugikan prestasi. Semangat ini juga harus didukung orang tua. Artinya, keluarga harus ikut membantu menumbuhkan kejujuran dalam diri anak-anak,” pungkasnya.