Menu

MPLS di SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata, Menyenangkan dan Riang Gembira

  • Rabu, 13 Juli 2016
  • 1674x Dilihat

Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata berjalan dengan penuh riang gembira dan menyenangkan. Di dua sekolah itu, pelaksanaan MPLS jauh dari aroma perploncoan.

Bahkan hari pertama pelaksanaan MPLS di dua sekolah kejuruan itu, Senin (11/7) dipantau khusus senator asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Saat itu, Wedakarna mengungkapkan SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata adalah sekolah terbaik di Denpasar. Untuk itu siswanya harus dibentuk menjadi calon pemilik masa depan.

Wedakarna juga mengapresiasi dua sekolah kejuruan dibawah naungan Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala ini terus berkembang sangat pesat. Baik dari jumlah siswa baru yang terus meningkat, maupun dari segi sarana prasarana sekolah yang sangat representatif.

Di SMK Bali Dewata menurut Kaseknya Drs. Made Supartha, M.M., tahun ini menerima 205 siswa baru terdiri dari 105 siswa program keahlian Akomodasi Perhotelan, 64 siswa program keahlian Jasa Boga dan 36 siswa program keahlian Multimedia.

Sementara di SMK Kesehatan Bali Dewata menerima 168 siswa baru. Mereka tersebar di dua program keahlian yakni 104 siswa di program keahlian Keperawatan dan 64 siswa di program keahlian Farmasi.

Kasek Made Supartha dan Kepala SMK Kesehatan Bali Dewata, Dr. Nyoman Suwija, M.Hum., mengaku senang mendapat perhatian dari Komisi III DPD-RI yang juga putra Bali. Terkait dengan MPLS, Made Supartha dan Nyoman Suwija, menegaskan MPLS di SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata bebas dari praktik perpeloncoan.

Menurut Made Supartha, siswa baru lebih banyak diajak mengenal lingkungan sekolah, kultur sekolah, kegiatan belajar dan pengenalan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Siswa juga diberi ceramah kesadaran berbangsa dan bernegara, kepemimpinan, tata krama dan disiplin, meteri kepramukaan, ceramah bahaya miras, narkoba dan HIV/AIDS.

Sementara pada hari terakhir pelaksanaan MPLS, siswa baru diajak melakukan bakti sosial dengan kegiatan PSN serta penghijauan di sekitar lingkungan sekolah. ‘’Dalam pelaksanaan MPLS ini kita total mengajak siswa baru untuk mengenal lebih dekat kultur dan budaya sekolah. Dengan demikian mereka senang belajar di sekolah dan mencintai sekolah,’’ ujar Made Supartha.

Sementara Nyoman Suwija menegaskan, MPLS dilaksanakan sesuai dengan rambu-rambu MLPS yang diterbitkan Disdikpora Kota Denpasar. MPLS mengambil tema ‘’Melalui MPLS yang sejuk, sehat dan berbudaya kita tumbuhkan generasi muda yang berkarakter dan peduli lingkungan’’.

Nyoman Suwija menegaskan, soal karakter, budi pekerti dan kebersihan adalah nomor satu. Dengan demikian, pola hidup bersih betul-betul menjadi sesuatu yang penting. Sebab, kebersihan itu pangkal kesehatan. Diharapan, pola hidup bersih di sekolah bisa berimbas di rumah dan masyarakat. ‘’Dengan pola hidup bersih, menyadarkan kita betapa pentingnya arti hidup bersih karena berpengaruh pada kesehatan,’’ ujarnya.