Menu

MPLS di SMKN 5 Denpasar, Gugah Anak Muda Bali Jadi SDM Hebat

  • Selasa, 12 Juli 2016
  • 919x Dilihat

Hari pertama pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMKN 5 Denpasar, Senin (11/7) kemarin dipantau senator asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Saat itu, Arya Wedakarna memberi wejangan menggugah anak muda Bali untuk menjadi SDM yang hebat.

Wedakarna mengungkapkan SMKN 5 Denpasar adalah sekolah terbaik di Bali. Untuk itu siswanya harus dibentuk menjadi calon pemilik masa depan, bukan hanya sekadar menjadi buruh pariwisata dengan gaji kecil.

Wedakarna mengaku sengaja datang ke SMKN 5 Denpasar untuk melihat sejauh mana aturan MPLS diimplementasikan. Ia menilai sudah memenuhi kaidah dan persyaratan. Termasuk menjadikan sekolah ini sebagai pelopor program revolusi mental dan nawa cita Jokowi, serta Tri Sakti Bung Karno.

Kepala SMKN 5 Denpasar, Drs. Ketut Sumerta mengaku senang mendapat perhatian dari Komisi III DPD-RI yang juga putra Bali. Pihak sekolah menyambut kedatangan Senator RI secara sederhana karena pihaknya ingin menunjukkan secara original, tidak dibuat-buat apa yang dilakukan di sekolah.

Terkait dengan MPLS, Ketut Sumerta menegaskan, MPLS di SMKN 5 Denpasar bebas dari praktik perpeloncoan. MPLS di SMKN 3 bertemakan “Melalui MPLS yang sejuk, sehat, dan berbudaya kita tumbuhkan generasi muda yang berkarakter dan peduli lingkungan’’. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan MPLS dilakukan pentas budaya, ceramah-ceramah oleh instansi-instansi, upacara bendera, dan juga dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di sekitar sekolah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut semata-mata untuk membentuk karakter siswa sesuai dengan harapan Mendikbud. MPLS yang dilakukan selama empat hari itu dilakukan secara terukur, tidak ada satupun kegiatan yang dilakukan di luar aturan seperti perploncoan, kekerasan, atau yang lainnya. “Dan tahun sebelumnya juga tidak pernah, karena harapan kita ingin membentuk karakter yang berintegritas, dan tentunya kedisiplinan,” ujarnya.

Ketut Sumerta menambahkan, MPLS diikuti 499 siswa baru dengan kehadiran 100 persen. MPLS juga diarahkan untuk kemandirian siswa. Proses pembelajaran ini akan menjadi pembiasan dan budaya sehingga anak-anak SMKN 5 Denpasar ini disiplin di sekolah, di keluarga dan di masyarakat.

Ketut Sumerta menabahkan, secara spritual siswa rutin diberikan dharmatula guna meningkatkan kenyakinan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan mengantisipasi terjadinya degradasi moral. Selain rutin melaksanakan persembahyangan bersama tiap Purnama dan Tilem, tiap piodalan Saraswati juga dilangsungkan dharma wacana. Sekolah ini juga melangsungkan upacara saat Tumpek Lendep dan Tumpek Krulut.

Ia bersyukur berkat disiplin, kerja keras siswa dan guru di sekolah, mampu melahirkan siswa berprestasi dan mengantarkan lulusan berintegritas, menguasai ilmu, komptensi dan memiliki sikap moral yang baik.

SMKN 5 Denpasar juga memiliki busisness centre. Busisness centre ini mensinergiskan kelima kompetensi keahlian siswa untuk bisa dijual kepada masyarakat umum. Di antaranya, Akomodasi Perhotelan dengan tata grahanya, Jasa Boga untuk catering, Tari dan Tabuh untuk entertaimen, Panca Yadnya dan acara lainnya.

Penguatan di busisness centre ini, kata dia, merupakan inovasi SMKN 5 Denpasar memperkuat jiwa kewirausaan lulusan. Dengan begitu tamatan SMKN 5 Denpasar sudah memiliki job tersendiri.