Untuk mempersiapkan siswa SMA menghadapi Ujian Nasional (UN) 2015/2016, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Denpasar menggelar ulangan umum terpadu mulai 16 s/d 21 November mendatang. Ulangan umum terpadu ini juga dikaitkan untuk mendapatkan standardisasi kualitas pendidikan di Denpasar.
Drs. Ketut Suyastra, M.Pd. selaku Ketua MKKS SMA Kota Denpasar, menegaskan, ulangan umum terpadu ini diikuti siswa kelas X, XI dan XII. Pada ulangan umum terpadu ini untuk kelas X dan XI disedikan dua paket yang berbeda. Khusus untuk siswa kelas XII menerapkan lima paket soal.
Berdasarkan hasil keputusan rapat pleno kepala sekolah. Penyusunan soalnya diserahkan kepada para guru yang tergabung dalam MGMP sehingga didapatkan soal yang valid dan reliabel. Di samping itu siswa swasta akan termotivasi untuk mensejajarkan materinya dengan di negeri.
Mata pelajaran yang dijadikan materi ulangan umum terpadu dititikberatkan pada mata pelajaran yang di-UN-kan. Untuk mata pelajaran wajib yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan matematika. Ditambah mata pelajaran peminatan untuk program IPA meliputi matematika, kimia, biologi, dan fisika. Serta geografi, ekonomi, sosiologi, dan sejarah untuk siswa Program IPS. Suyastra yang juga Kepala SMAN 3 Denpasar ini menegaskan ‘’Seluruh materi ulangan umum terpadu mengacu pada Kurikulum 2013,’’.
Dikatakannya, semua soal disusun sesuai standar isi kurikulum (SIK), serta kompetensi dasar dan standar kelulusan (SKL) dengan tingkat kesulitan soal mengacu kepada standar soal UN yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). Ia membenarkan tiap kelas ada dua bentuk soal yakni paket I dan II untuk kelas X dan XI, serta lima paket soal untuk kelas XII, namun bobotnya tetap sama.
Suyastra membenarkan bahwa pemberlakuan pola paket berbeda ini mempersempit ruang gerak para peserta ujian untuk bekerjasama. Suyastra menyebutkan, siswa yang tidak mempersiapkan diri dengan baik dipastikan akan kesulitan mengerjakan soal-soal ulangan umum. Mereka juga tidak bisa berharap banyak dapat menyontek maupun mendapat “suplai” jawaban dari rekan-rekannya. ''Walaupun ada 2-3 soal yang sama namun posisi option jawabannya berbeda,'' ujarnya.
Ia menegaskan, tiap tahun MKKS SMA sudah menggelar model ulangan umum terpadu. Hasilnya mampu membuat iklim persaingan yang sehat antarsiswa. Di samping itu ada standardisasi nilai untuk SMA di Denpasar.
Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., merespon positif komitmen MKKS SMA mempertahankan format ulangan umum terpadu. Dikatakan, kebijakan itu jelas akan sangat membantu pihaknya dalam memetakan kualitas pendidikan SMA di seluruh Denpasar.
Menurut Supartha, hasil yang dicapai para siswa sangat penting untuk mengetahui kesiapan mereka menghadapi UN yang sesungguhnya. ‘’Dari hasil ulangan umum ini, kita juga akan mengetahui pada mata pelajaran mana saja siswa SMA di Denpasar memiliki kelemahan yang mencolok, sehingga kekurangan itu bisa ditutupi dengan memberikan pelatihan soal yang lebih intensif lagi pada mata pelajaran yang nilai ulangan umumnya anjlok,” tandasnya.
03 Februari 2026
26 Maret 2026