Menu

PAUD Holistik Integratif

  • Kamis, 09 Oktober 2014
  • 4540x Dilihat
PENDIDIKAN Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting supaya stimulus anak terbentuk sejak dini. PAUD yang bagus bisa jadi pondasi pendidikan mereka. Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Nyoman Gde Arnawa, M.Pd., mengatakan hal itu, Rabu (8/10) kemarin.
Menurut Arnawa, delapan puluh persen perkembangan otak manusia terjadi di usia dini. Itu sebabnya, periode ini merupakan momen tepat untuk menanamkan nilai dan pendidikan pada anak, termasuk status gizi yang menjadi salah satu aspek terpenting guna mendukung tumbuh-kembang, pembentukan karakter, serta kecerdasan yang akan dibawa hingga usia dewasanya.
‘’Oleh karena itu, pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi sebuah sarana yang tepat dalam memberikan pengenalan nutrisi yang tepat dengan stimulasi yang sesuai tahapan tumbuh-kembang anak,’’ ulas Arnawa.
Disebutkan Arnawa, dalam Peraturan Presiden No. 60 Tahun 2013 mengamanatkan agar pengembangan anak usia dini hendaknya dilakukan secara holistik integratif. Pengembangan PAUD holistik integratif, urai Arnawa, adalah pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam,  meliputi berbagai aspek fisik dan non-fisik, termasuk mental, emosional, dan sosial. ‘’Dalam pengembangan dan pelaksanaan PAUD holistik integratif ini, orangtua dan pendidik bisa saling bekerja sama dalam menuntun anak menjadi generasi yang hebat. Termasuk pula bekerja sama dengan dinas terkait lainnya, seperti Dinas Kesehatan, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian maupun DKP,’’ urai Arnawa.
Menurut Arnawa, pengembangan PAUD holistik integratif juga bertujuan memenuhi lima pilar hak anak. Mulai dari hak anak untuk terhindar dari penyakit, serta hak terpenuhi kecukupan gizi agar dapat bereksplorasi dan mengembangkan kemampuan otaknya dengan maksimal. Selain itu, anak juga perlu distimulasi sedini mungkin, mendapatkan pengasuhan yang baik, serta hak mendapatkan perlindungan dari kekerasan fisik dan psikologis.
Disisi lain, Arnawa menambahkan, selain diperlukan pendidik PAUD yang mumpuni di bidangnya dan mampu menguasai psikologis anak jika ingin memaksimalkan hasil pendidikan di kemudian hari. Menurut Arnawa, saat memasuki masa PAUD adalah usai emas bagi anak, di mana perkembangan otak dan perilakunya akan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. ‘’Ketika pendidik memberikan stimulus-stimulus dan anak merespon itu dengan baik maka itu akan menjadi pondasi yang kuat untuk melangkah ke pendidikan berikutnya,’’ tandasnya.