Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. IA Selly D. Mantra, pasti senang membaca berita ini karena guru-guru PAUD se-Kota Denpasar semangat mengikuti pelatihan kompetensi tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar ini dibuka Kadisdikpora, IGN Eddy Mulya, Selasa (24/3) kemarin, diikuti 80 pendidik PAUD se-Kota Denpasar.
Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Nyoman Gde Arnawa, M.Pd., menegaskan, pelatihan ini menjadikan SDM pendidik PAUD yang profesional dan bermartabat. Narasumbernya didatangkan dari FK Unud, psikolog, Himpaudi Pusat dan praktisi PAUD.
Materi yang disajikan di antaranya, penanaman karakter sejak dini, kreativitas dalam pembelajaran, model pembelajaran PAUD dan stimulasi deteksi intervensi dini tumbuh kembang anak. Pelatihan berlangsung tiga hari, serta dilanjutkan magang selama dua hari di empat PAUD di Denpasar, yaitu PAUD Harapan Bangsa UPT SKB Kota Denpasar, PAUD Hainan School, PAUD Anak Emas dan PAUD Candra Kasih.
Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, membenarkan untuk menyiapkan anak-anak yang berkarakter sebagai calon pemimpin era generasi emas 2045, diawali dari PAUD. Namun, sebelum mentransfer pendidikan karakter pada anak-anak, pendidik PAUD harus memiliki karakter yang patut diteladani lebih dahulu.
Eddy Mulya menyambut baik pelatihan ini karena menyasar pendidik PAUD di Kota Denpasar. Program dinilai sangat strategis karena SDM yang kita perlukan bukan hanya memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi, namun memiliki karakter. Ia juga meminta para pendidik PAUD lebih kreatif dalam memberikan bekal pendidikan karakter kepada anak.
Kreativitas pengajaran yang diberikan kepada anak didik, menurut dia, harus diawali dari kreativitas guru. “Berikanlah pengetahuan dan landasan yang kuat agar anak-anak kita nantinya dapat menjadi anak-anak yang berakhlak mulia. Sehingga dapat membangun bangsa ini lebih baik lagi dari pada sekarang,” katanya.
Di sisi lain, Eddy Mulya juga mengapresiasi pengabdian yang telah ditunjukkan jajaran pendidik PAUD. Selain secara kuantitas jumlah lembaga PAUD semakin banyak, tata kelola lembaga pendidikan PAUD di Denpasar juga semakin baik. Terbukti Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di Denpasar terbaik dan tertinggi di Bali, sehingga lembaga PAUD di Denpasar menjadi model percotohan di Bali.
Keberhasilan ini, diingatkan Eddy Mulya, jangan membuat pendidik maupun pengelola lembaga PAUD cepat puas diri. Namun harus terus mengisi diri dengan meningkatkan kompetensi, melakukan penilaian dan evaluasi. (putra)