Menu

Pelatihan Kurikulum 2013, Guru Harus Berinovasi dalam Proses Belajar Mengajar

  • Rabu, 26 Oktober 2016
  • 4242x Dilihat

Para guru diminta berinovasi dalam menerapkan proses belajar mengajar Kurikulum 2013 di sekolah. Pada Kurikulum 2013 mengharuskan guru menganalisis kompetensi, materi, pembelajaran, dan penilaian siswa.

‘’Guru juga harus bisa membuat rancangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), praktik pembelajaran, dan penilaian," kata Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Denpasar, I Made Raka, S.E., M.Si., Ak., disela-sela pelatihan Kurikulum 2013 untuk guru SMP negeri dan swasta se-Kota Denpasar yang digelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar di SMPN 1 Denpasar, Selasa (25/10) kemarin.

Melalui Kurikulum 2013, menurut Made Raka, guru harus mampu melakukan praktik pengolahan dan pelaporan penilaian hasil belajar, pembelajaran aktif, gerakan penumbuhan budi pekerti dan sekolah aman.

Pada Kurikulum 2013, kata dia, juga memberikan kebijakan dan dinamika perkembangan kurikulum, penguatan literasi pembelajaran, serta pelatihan dan pendampingan berbasis sekolah. ‘’Saya harapkan pengetahuan yang didapat dari pelatihan Kurikulum 2013 dapat diimplementasikan di tempat mengajar,’’ kata Made Raka.

Pelatihan Kurikulum 2013 untuk guru SMP se-Kota Denpasar dilaksanakan dari 10-28 Oktober 2016 diikuti 650 guru kelas VII untuk sepuluh mata pelajaran SMP. Meliputi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, PKn, Seni Budaya, Prakarya, Penjas dan Bimbingan Konseling.

Diharapkan para guru yang mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 ini bisa meningkat kompetensinya, profesional, pedagogik guru dalam pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013. Meningkatnya keterampilan guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013.

Selain itu guru yang mengikuti pelatihan diharapkan meningkat ketrampilannya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Salah satu penerapan Kurikulum 2013 ini kelebihannya terlihat pada kompetensi prilaku anak didik terutama dalam pengembangan budi pakerti.

‘’Dengan landasan Kurikulum 2013 dapat dimplementasikan oleh guru yang mendapat pelatihan. Sehingga dalam sistem pembelajaran siswa dapat menanya, memberitahu, mengenali dan memahami harus dimiliki siswa. Yang tentunya Kurikulum 2013 ini menyenangkan bagi siswa,’’ tambahnya.

Pihaknya menambahkan, implementasi kurikulum 2013 dari seluruh jenis, jenjang dan kelas telah mencapai keberhasilan impelementasi kurikulum 2013 yang dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya ketersediaan sarana dan prasarana, kesiapan guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

‘’Kemudian dukungan dari orang tua siswa dan masyarakat serta dukungan menejemen sekolah guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah sebagai salah satu faktor yang turut mempengaruhi keberhasilan implementasi kurikulum. Sehingga siswa juga dilandasi dengan karakter dan ahlak agar mutu pendidikan menjadi lebih baik lagi,’’ terangnya.