Pendirian lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Denpasar menjamur, tak bisa hanya dipandang meningkatnya perhatian masyarakat pada dunia pendidikan. Lembaga PAUD yang tumbuh subur hampir di setiap banjar, harus diimbangi sarana dan prasarana serta kualitas pendidikannya.
‘’Semakin banyaknya lembaga PAUD tentu menggembirakan. Dengan begitu, keiinginan pemerintah memberikan pendidikan pada setiap penduduk sejak dini, mendapat sambutan dan cukup berhasil,’’ ujar Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Nyoman Gde Arnawa, M.Pd., mengatakan hal itu, Selasa (27/10) kemarin.
Arnawa menyebutkan, saat ini jumlah lembaga PAUD di Denpasar mencapai 427 lembaga. Terdiri dari TK sebanyak 278 lembaga, Kelompok Bermain 124 lembaga dan 25 Tempat Penitipan Anak (TPA). Belum termasuk lembaga PAUD yang menangani anak berkebutuhan khusus. ‘’Seiring dengan meningkatkan jumlah lembaga PAUD di Kota Denpasar, sebagai pendidikan awal harus terus ditingkatkan, terutama dalam memberikan pendidikan dasar karakter dan kreativitas anak,’’ tegasnya.
Pembinaan anak usia dini, kata Arnawa, harus terus diupayakan sebagai langkah membangun bangsa. Karena, katanya, anak usia dini merupakan cikal bakal pembentukan generasi emas. ‘’Dengan memiliki generasi emas ini, tentu akan semakin yakin bahwa bangsa Indonesia umumnya dan masyarakat Kota Denpasar khususnya akan semakin memiliki peradaban yang tinggi di masa mendatang,’’ katanya.
Menurut Arnawa, menjamurnya PAUD selain disebabkan meningkatnya kualitas guru dan pengembangan sarana dan prasarana, juga disebabkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan untuk anak sedini mungkin. Ia menegaskan, PAUD penting untuk anak agar anak bisa berkembang maksimal mungkin sesuai dengan usianya. ‘’Menurut penelitian, anak yang sebelumnya sekolah PAUD akan berbeda dengan anak yang langsung masuk ke SD. Hal ini disebabkan perkembangan anak yang bersekolah di PAUD akan jauh lebih baik,’’ tandasnya.
03 Februari 2026
26 Maret 2026