Menu

Penuh Keceriaan, Siswa SMPN 3 Denpasar Persembahkan Juara Umum PSR

  • Selasa, 03 Mei 2016
  • 1637x Dilihat

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMPN 3 Denpasar, Senin (2/5 kemarin berlangsung dalam suasana penuh keriaan dan prestasi. Saat itu, Kepala SMPN 3 Denpasar, Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., menerima kado istimewa piala juara umum Pekan Seni Remaja (PSR) tingkat SMP serangkaian Porsenijar Kota Denpasar 2016 dan sejumlah prestasi lain.

Di PSR, seniman SMPN 3 Denpasar meraih 6 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Sementara di cabang olahraga, kontingen SMPN 3 Denpasar meraih juara umum II dengan mengoleksi 32 emas, 14 perak dan 16 perunggu. Kasek Wayan Murdana menyebut, prestasi ini sangat luar biasa karena mampu mengalahkan juara umum PSR tahun lalu yakni SMPN 1 Denpasar.

Enam medali emas di PSR masing-masing dipersembahkan oleh I Made Dwipayana Putra di lomba Kebyar Terompong, NI Luh Ayu Mardhani, Ni Ketut Cintiari Kartika Ningrum dan I Made Ari Lanang Mahosadi Jagathita di lomba tari Tani. Selanjutnya, IGN Deva Aditya Laksamana Putra dan Putu Diah Febyanti Supraba di lomba busana ke pura, Ni Putu Pratiwi Ika Dharma Lestari di nyurat lotar, gender berpasangan, danlomba baca puisi lewat Ni Waya Ayu Witari Pradnyani.

Sementara di cabang olahraga, dari 32 emas yang diraih kontingen SMPN 3 Denpasar, 13 medali emas di antaranya dipersembahkan dari cabang renang. Disusul enam emas di panjat tebing, 4 emas di taewondo, masing-masing 3 emas di karate dan tenis lapangan, serta masing-masing satu emas judo, pencak silat, dan senam.  SMPN 3 Denpasar yang beken dengan sebutan Spentri melengkapi gelarnya karena atlet pencak silatnya, Ni Komang Sri Darmayanti terpilih sebagai atlet terbaik putri tingkat SMP.

Kasek Wayan Murdana mengaku cukup puas dengan hasil tahun ini karena kemenangan diperoleh lewat perjuangan yang amat berat. Keberhasilan ini, kata dia, berkat kerja keras bersama antara pembina, siswa, guru dan karyawan. Yang utama adalah keseriusan dalam pembinaan. Di samping bibit-bibit baru muncul lewat rekrutmen yang profesional. ‘’Kami targetkan tahun depan bisa menyandingkan juara umum bidang olahraga dan seni,’’ ujarnya.

Berbagai prestasi ini, kata dia, membuktikan sekolah yang dipimpinnya mampu mengasah otak kiri dan otak kanan. Dua komponen ini dikembangkan secara seimbang untuk bisa mencetak manusia yang utuh. Kuat ipteknya, tangguh budaya dan budi pekertinya. ‘’Ini juga sesuai dengan digariskan Presiden Jokowi pentingnya kualiatas manusia untuk menghadapi era global,’’ pungkasnya.