Menu

Porsenijar YPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar

  • Senin, 17 November 2014
  • 3510x Dilihat

Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra membuka kegiatan Porsenijar YPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar, Kamis (21/11) kemarin. Pembukaan porsenijar berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan, karena semua perwakilan 22 sekolah dari TK, SD, SMP dan SMA/SMK hadir dalam acara pembukaan di Gedung Lila Bhuana.
Pembukaan Porsenijar YPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar ditandai dengan pelepasan balon oleh Walikota Rai Mantra bersama Ketua YPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana; Kadisdikpora IGN Eddy Mulya; Ketua PGRI Bali Dr. Gede Wenten Aryasudha, M.Pd., dan Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. Nyoman Winata, M.Hum. Saat itu juga dipentaskan seni bela diri pencak silat yang dibawakan siswa SMP PGRI 1 Denpasar dan balaganjur mengambil lakon ‘’Prabu Parikesit’’ oleh SMA PGRI 2 Denpasar.
Ketua YPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar, Nengah Madiadnyana, mengatakan lewat Porsenijar ini dia ingin menanamkan rasa sportivitas dan kebersamaan membentuk siswa berprestasi, berbudaya dan berkarakter. Sasaran lainnya, melahirkan atlet dan seniman tangguh untuk bersaing di Porsenijar Kota Denpasar, Bali serta tingkat nasional. Sekaligus, sebagai media untuk mengevaluasi pembinaan seni dan olahraga di sekolah. Porsenijar kali ini digelar secara meriah, kata Madiadnyana, karena dirangkaikan HUT ke-69 PGRI dan Hari Guru Nasional 2014.
Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra merespons positif Porsenijar tingkat YPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar. Ia memuji semangat dan daya juang siswa PGRI. Walikota salut dengan jajaran YPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar yang sangat profesional memformat acara Porsenijar.
Walikota menyebut Porsenijar ini ekuivalen dengan Kurikulum 2013, yakni tak hanya mengasah logika namun juga kearifan lokal. Artinya, siswa tak hanya digenjot mengejar kualitas akademik, namun keseimbangan prestasi seni dan olahraga sangat diperhatikan.
Walikota yang dikenal akrab dengan guru ini mengatakan, kemajuan pendidikan dan kepercayaan masyarakat nasional bahkan internasional terhadap pendidikan di Denpasar, tak lepas dari peran PGRI yang diakui memiliki guru-guru berkualitas. Bahkan, Wali Kota menilai sekolah PGRI paling matang menghadapi tantangan ke depan.
Saat itu, Walikota Rai Mantra di depan ribuan siswa dan guru menggugah komitmen kalangan pendidikan yakni siswa dan guru untuk mencintai dan peduli lingkungan khususnya perilaku hidup bersih. Untuk membangun komitmen mengenai masalah sampah dan kebersihan, Walikota Rai Mantra langsung mengajak siswa dan guru meneriakkan yel-yel.
Ketika Walikota mengatakan ''Denpasar'', dijawab siswa dan guru ''bersih, bersih, bersih''. Ketika Walikota mengatakan ''pilah sampah'' siswa dan guru menjawab ''pasti bisa''. Dan ketika Walikota mengatakan ''kebersihan'' siswa dan guru serentak mengepalkan tangan menjawab ''tanggung jawab saya''. Gaya ini yang dikatakan Wali Kota untuk membangun komitmen perilaku hidup bersih.