Menu

PPDB 2014 Diharapkan Bebas Siswa Titipan

  • Selasa, 17 Juni 2014
  • 2612x Dilihat
Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah-sekolah negeri selama ini banyak diwarnai aksi titip-menitip siswa maupun ”surat sakti” para oknum baik tokoh masyarakat, tokoh pemerintah maupun politisi yang duduk di DPRD. Karena para komite sekolah dan kepala sekolah merasa ewuh-pakewuh, siswa titipan itu akhirnya diterima sehingga sangat potensial membuat sekolah overload atau jumlah siswa melebihi daya tampung sekolah. Pemerhati pendidikan yang juga Penglingsir Puri Peguyangan Denpasar A.A. Ngurah Gde Widiada mengharapkan penerimaan siswa baru tahun ini bebas dari praktik titip-menitip siswa karena hal itu sangat mencederai dunia pendidikan. Pihaknya meminta pihak sekolah berani menolak titipan itu dan menjalankan saran serta imbauan Ombusdman agar proses penerimaan siswa baru berjalan sesuai aturan yang ada dan tidak ada jalur belakang. “Saya minta semua sekolah dan komite mematuhi apa yang menjadi saran Ombusdman beberapa waktu lalu ketika di Denpasar menjadi temuan oleh Ombusdman. Saya berharap, semua sekolah negeri di Denpasar menaati ketentuan PPDB yang digariskan,” kata Widiaada yang juga Ketua Komite Sekolah SMAN 8 Denpasar itu, Selasa (17/6). Selaku tokoh masyarakat Denpasar dan juga politisi ia mengaku ada saja masyarakat atau pihak orang tua yang meminta tolong agar anaknya dicarikan di sekolah negeri. Namun karena ingin agar penerimaan siswa baru ini berjalan sesuai aturan, ia mengaku menolak dengan halus. Kendati tentu ada konsekuensi yang harus dihadapi atas penolakan itu, misalnya bisa kehilangan simpati masyarakat. “Selaku tokoh masyarakat dan komite sekolah, saya minta maaf kepada masyarakat Peguyangan dan Denpasar sebab tidak berani menerima titipan dan di luar yang ditentukan sesuai arahan Ombudsman. Mari kita bangun kesadaran jangan mencederai dunia pendidikan dengan hal seperti itu. Kalau memang nilainya tidak mencukupi, hendaknya jangan dipaksakan agar si anak dapat sekolah negeri. Sekolah swasta yang berkualitas juga banyak,” kata politisi Partai NasDem yang juga calon DPRD Kota Denpasar terpilih itu.