SMPN 1 Denpasar, kini makin memantapkan diri untuk meningkatkan statusnya sebagai sekolah peduli lingkungan. SMPN 1 Denpasar kini bersaing dengan puluhan sekolah di Indonesia sebagai peraih sekolah Adiwiyata Mandiri. Sabtu (30/5) lalu, Tim Verifikasi Adiwiyata Mandiri Kementerian Lingkungan Hidup RI melakukan penilaian ke SMPN 1 Denpasar.
Acara ini dihadiri Asisten II Setda Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta, mewakili Walikota, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Denpasar AA Bagus Sudharsana serta Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Denpasar, Made Raka. Tim Pusat dipimpin Nyoman Sumantra melakukan penilaian terhadap kebijakan sekolah dan kurikulum, partisipasi dan sarana dan prasarana sekolah berbasis lingkungan.
Saat itu juga diserahkan piagam penghargaan kepada 10 sekolah peduli dan berbudaya lingkungan dari Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra. Masing-masing, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 8, SMPN 10, SMP Dwijendra, SMP TP 45, SMP Petra Berkat, SMP Dharma Praja, SD Saraswati 5, dan SD Cipta Dharma Denpasar.
Kepala SMPN 1 Denpasar, Drs. A.A. Gede Agung Rimbya Temaja, M.Ag., mengungkapkan, pada penilaian kali ini banyak yang diperbuat warga sekolah menumbuhkan budaya memanusiakan lingkungan. SMPN 1 Denpasar, kata Rimbya Temaja, memiliki filosofi dan konsep dasar dalam menciptakan kondisi seperti yang diharapkan dalam program Adiwiyata.
Dimana konsep ini diwujudkan melalui konsep Tri Hita Karana yang menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini. Ketiga hubungan itu meliputi, hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam yang saling berkaitan satu dengan yang lain.
Visi sekolah ini juga mantap yakni unggul dalam mutu berdaya saing secara internasional, beriman, bertakwa, dan berbudaya lingkungan. Kurikulum SMPN 1 Denpasar juga berbasiskan lingkungan. Pelajaran lingkungan diintegrasikan ke dalam tujuh mata pelajaran lain.
Rimbya Temaja mengatakan, strategi mewujudkan warga sekolah yang sadar dan peduli lingkungan dilaksanakan melalui 4R. Yakni, reduce (mengurangi), reuse (memakai kembali), recyle (mendaur ulang), dan replant (penanaman kembali). Anak-anak SMPN 1 Denpasar juga dikenal giat melakukan penghijauan dan berperan aktif di masyarakat.
Selain dikenal sebagai sekolah pro lingkungan, SMPN 1 Denpasar juga punya tradisi prestasi yang moncer. Sejak lima tahun terakhir siswanya tercatat sebagai peraih nilai UN tertinggi di Indonesia. Tim paduan suaranya juga juara di India.
Asisten II Setda Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta, tampak tersenyum manis melihat keseriusan warga SMPN 1 Denpasar menyongsong verifikasi Adiwiyata Mandiri. Dia mengaku bangga dengan kreativitas anak-anak SMPN 1 Denpasar soal kegiatan lingkungan yang belum pernah dilakukan sekolah lain. (putra)