Sederhana tetapi meriah. Itulah kesan perayaan HUT ke-36 SMPN 4 Denpasar yang jatuh pada Rabu (1/4) kemarin. Puncak HUT ditandai pemotongan tumpeng oleh Kepala SMPN 4 Denpasar Drs. Wayan Dhania, M.Pd. dan Ketua Komite Gusti Ketut Anom, S.Sos.
Yang istimewa, kini SMPN 4 Denpasar memiliki tari kebesaran. Tari kebesaran yang diberi nama Sangkara itu dipagelarkan perdana saat puncak HUT. Tari Sangkara adalah ide kreatif Kasek Wayan Dhania, di mana Dewa Sangkara merupakan dewa dari segala tumbuh-tumbuhan. Dewa Sangkara bersifat bijaksana, tegas, gagah, serta penuh wibawa. Melalui tumbuh-tumbuhan, Dewa Sangkara memberikan cinta kasih yang begitu berlimpah kepada setiap mahluk hidup.
Tari kebesaran Sangkara dengan penata tari Made Wintari, SSN., dan penata tabuh Komang Juniantara, SSn., ini sejalan dengan napas SMPN 4 Denpasar sebagai sekolah berwawasan lingkungan Adiwiyata. Sekolah ini juga menjadikan buah mengkudu sebagai maskot sekolah.
Puncak HUT juga dimeriahkan dengan pementasan sendratari Saraswati Kalpa yang menggambarkan turunnya ilmu pengetahuan. Tak kalah seru diisi pentas dance, goyang dumang, peragaan busana serta penampilan pramuka dan yoga.
Wayan Dhania mengungkapkan, HUT kali ini sengaja dilakukan secara sederhana. Pihaknya mementingkan peningkatan karakter, etika, kualitas SDM, kepedulian sosial, cinta lingkungan dan cinta budaya. Semua fokus itu diungkapkan dalam bentuk beragam kegiatan internal melibatkan keluarga besar SMPN 4 Denpasar. Ia menyebutkan, SMPN 4 Denpasar berkomitmen melahirkan SDM cerdas dan berkarakter.
Dhania didampingi Ketua Panita I Made Mertayasa Wijana, S.Pd., menambahkan, untuk cinta lingkungan, siswanya diajak membersihkan areal sekolah dan sekitar serta gerakan PSN. Cinta budaya lewat lomba berajegkan Bali dan aksi sosial dengan menyerahkan bantuan ke PA Dharma Jati dan Panti Werda di Biaung, Kesiman, Denpasar.
Ketua Komite Gusti Ketut Anom mengaku puas apa yang dilakukan SMPN 4 beserta jajarannya. Sekolah ini memberi kontribusi besar bagi pencitraan pendidikan berkualitas di Denpasar. Sekolah yang berprestasi nasional dalam bidang lingkungan, Wiyata Mandala, dan perpustakaan ini, tinggal meningkatkan diri dalam kualitas SDM termasuk prestasi akademis siswanya.
Tantangan ini direspons Dhania secara positif. SMPN 4, katanya, memenuhi syarat delapan standar BSNP, namun semua elemen sekolah harus meningkatkan kualitas diri untu bisa mencapai prestasi di akademis.
Prestasi teranyar sekolah ini yakni juara II Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Kota Denpasar, dan juara I Dharma Gita di Kota Denpasar. Hasil try out UN yang diselenggarakan Disdikpora Kota Denpasar, SMPN 4 Denpasar dengan jumlah peserta try out UN terbanyak yakni 569 orang berada diranking 6 dengan nilai rat-rata siswa di atas tujuh. (putra)