Menu

Satu Sekolah di Denpasar Kekurangan Soal UN

  • Minggu, 04 Mei 2014
  • 3098x Dilihat

Kekurangan soal masih ditemukan dalam pendistribusian naskah soal UN SMP/MTs dan SMP LB yang dilakukan Kamis (1/5) kemarin. Di Denpasar satu sekolah naskah soal UN yang diterima belum lengkap. Kekurangan soal ditemukan di SMPN 11 Denpasar. Hasil pengecekan tim pengawas serta disaksikan pihak kepolisian, di sekolah itu kekurangan 2 amplop (isi 21) untuk mata pelajaran IPA.
Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Denpasar, I Made Raka, S.E., M.Si., Ak., membenarkan kekurangan naskah untuk SMPN 11 Denpasar tersebut. Ia mengatakan, soal yang belum datang tersebut kemungkinan masih tercecer di percetakan. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Disdikpora Provinsi Bali terkait kekurangan naskah soal Inggris tersebut. ‘’Mudah-mudahan segera dikirim kekurangan soal tersebut, sehingga tak mengganggu jalannya ujian nasional,’’ ujar Raka.
Ia menambahkan, penyimpanan naskah UN SMA/SMK di Denpasar dilakukan di masing-masing sekolah sub rayon. Soal-soal UN baru didistribusikan kepada SMP/MTs dan SMP LB pada hari H pelaksanaan UN, Senin (5/5) mendatang yang siswa-siswanya tercatat sebagai peserta UN tahun pelajaran 2013/2014.
Guna menjamin keamanan soal ujian yang masuk dalam katagori dokumen rahasia negara tersebut disimpan di masing-masing sub rayon, mendapat penjagaan ekstra ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap selama 24 jam setiap harinya. Soal UN itu baru didistribusikan ke sekolah-sekolah penyelenggara UN beberapa jam sebelum UN berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Demikian pula sebaliknya saat pengembalian lembar jawaban komputer (LJK) ke sub rayon juga mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dari masing-masing polsek. “Kita semua, termasuk pengawas maupun siswa baru melihat soalnya hari itu juga. Peluang kebocoran itu kita tutup rapat,’’ ujarnya.
Sementara itu, proses pendistribusian naskah soal UN SMP/MTs dan SMP LB ke masing-masing kabupaten/kota se-Bali menggunakan sembilan mobil boks milik percetakan. Pendistribusian mendapat pengawalan ekstra ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap dari Polda Bali.
Kepala Disdikpora Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.M., mengatakan, jumlah peserta UN SMP/MTs di Bali tercatat 60.175 siswa. Sementara 33 siswa lagi sebagai peserta UN SMP LB, serta 820 siswa lagi akan mengikuti UNPK Paket B. Ada empat mata pelajaran yang akan di-UN-kan, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA.
Kusuma Wardhani juga mengingatkan seluruh siswa SMP/MTs yang akan mengikuti UN agar tidak percaya dengan SMS alias pesan singkat berisi jawaban soal. Jika ada SMS seperti itu, dipastikan itu kunci jawaban palsu yang justru akan merugikan para peserta ujian. ‘’Lebih baik siswa mempersiapkan diri dengan baik, tetap belajar dan berdoa. Jangan percaya dengan kunci-kunci jawaban yang beredar lewat SMS karena itu menyesatkan,” tegasnya, sembari berharap pelaksanaan UN SMP/MTs dan SMP LB berjalan lancar seperti pelaksanaan UN SMA/SMK.