Menu

Seluruh Kepala Sekolah se-Denpasar Berkomitmen Wujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

  • Selasa, 28 Juli 2026
  • 96x Dilihat

DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar melalui Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) mengintensifkan implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) dengan menggelar sosialisasi bagi seluruh kepala sekolah jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP se-Kota Denpasar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Sosialisasi dipimpin Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya selaku Ketua Pokja BSAN Kota Denpasar. Turut hadir Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Bali, I Wayan Surata; Inspektur Daerah Kota Denpasar, Ketut Dewi Ratih Purnamasari; Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar, Putu Naning Djayaningsih; perwakilan BPMP Provinsi Bali; jajaran OPD yang tergabung dalam Pokja BSAN; serta para kepala sekolah dari seluruh jenjang pendidikan di Kota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh kepala sekolah menandatangani deklarasi komitmen sebagai bentuk kesiapan mengimplementasikan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di satuan pendidikan masing-masing. Komitmen tersebut merupakan tindak lanjut dari implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mengatakan bahwa implementasi regulasi tersebut merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan perlindungan menyeluruh kepada peserta didik.

"Melalui implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang yang mampu menjamin perlindungan fisik, mendukung kesejahteraan psikologis dan sosial budaya peserta didik, memberikan kebebasan menjalankan kebutuhan spiritual sesuai keyakinannya, sekaligus membangun kecakapan dan keamanan di ruang digital," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan implementasi BSAN membutuhkan pendekatan promotif, preventif, rehabilitatif, dan kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur Catur Pusat Pendidikan, yakni sekolah, orang tua, masyarakat, dan media. Sinergi tersebut diyakini mampu menciptakan sekolah yang aman, sehat, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Ni Made Ayu Agustini, menjelaskan bahwa Budaya Sekolah Aman dan Nyaman merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang diatur melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 dan diperkuat dengan Keputusan Mendikdasmen Nomor 17 Tahun 2026 sebagai pedoman teknis pelaksanaannya.

Menurut Ayu Agustini, implementasi program tersebut juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Denpasar dalam mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya menuju Denpasar Maju yang berlandaskan semangat Vasudhaiva Kutumbakam. Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan BSAN agar seluruh satuan pendidikan di Kota Denpasar menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan berkualitas bagi setiap anak.(pk)