Perubahan adalah bagian yang penting dari manajemen. Keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kemampuannya memprediksi perubahan dan menjadikan perubahan tersebut sebagai suatu potensi untuk meningkatkan kinerja. Karenanya, perubahan jangan dipandang sebagai hal negatif, melainkan harus dijadikan katalisator untuk menjadi lebih baik.
Pakar manajemen Prof. Rhenald Kasali, menegaskan hal itu di seminar ‘’Kreativitas dan Tanggung Jawab Siswa Berbasis Kearifan Lokal Menuju SDM Unggul’’ yang digelar Disdikpora Kota Denpasar, di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar, Sabtu (22/2). Seminar yang diikuti sekitar 750 peserta dari guru SD, SMP, SMA/SMK se-Denpasar, siswa dan sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemkot Denpasar, serangkaian HUT ke-226 Kota Denpasar tersebut dibuka Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra.
Rhenald menerangkan, melakukan perubahan dimulai dari hal-hal yang sederhana yang ada di sekitar, sehingga bisa dengan mudah dijalankan dan direplikasi oleh siapa saja. Perubahan menurut menurut pria lulusan University of Illionis at Urbana, Champaign, Amerika Serikat ini, adalah sebagai sebuah hadiah.
Yang terpenting adalah mampu mengelola perubahan dengan baik. Caranya, harus membuka mata agar mampu melihat, kemudian bergerak karena orang yang bergerak adalah orang kreatif. Terakhir adalah selesaikan dengan baik. Manusia yang pintar, kata Rhenald adalah manusia yang bisa mengatasi masalah dengan simple.
Disisi lain, Rhenald mengatakan, sistem pembelajaran yang dikonsep dengan hafalan membuat bangsa tak kreatif. Pada akhirnya, ia mengatakan bahwa orang yang mau berpikir sekarang ini sepertinya hanya orang yang tersesat di jalan, sebab dengan tersesat mereka menjadi berpikir untuk menemukan jalan.
Karena itu, kata Rhenald, anak-anak harus diberikan tantangan dan pendidikan harus dirancang untuk membuat peserta didik berpikir secara kreatif, dengan mendorong mereka memutar otak memecahkan suatu persoalan. Selain itu juga harus ada aturan sehingga bertanggung jawab dan yang terpenting adalah membangun karakter.
Sementara Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra, mengatakan, kreativitas generasi muda harus terus digali dan dikembangkan dalam melahirkan suatu yang baru, tapi tidak meninggalkan budaya local yang dimiliki. Makanya, untuk meningkatkan kretivitas berbasis budaya lokal, empat pilar kreativitas yakni seni, budaya, iptek dan jiwa kewirausahaan harus terus dibangun di kalangan generasi muda
03 Februari 2026
26 Maret 2026