Seorang siswa kelas XII SMA Dwijendra Denpasar, I Made Yogi Adianggara, mengerjakan soal Ujian Nasional (UN), Senin (4/4) kemarin, di Rumah Sakit Trijata Denpasar, karena demam berdarah.
‘’Sejak tiga hari lalu yang bersangkutan di rawat di RS Trijata karena demam berdarah dan diharuskan menjalani rawat inap,’’ kata Kepala SMA Dwijendra Denpasar, IB Alit Bajra Manuaba, S.Pd., kemarin.
Pihaknya sebelum tiba hari ujian melakukan koordinasi dan komunikasi dengan siswa yang panggilan akrabnya Anggara itu, untuk memastikan kesiapannya menjalani UN. Apakah mengikuti ujian susulan pada 11-13 April 2016 atau mengerjakan soal-soal UN di RS Trijata.
Ia menjelaskan Gena memutuskan tetap mengerjakan UN meskipun sedang rawat inap di rumah sakit tersebut. ‘’Dia bersemangat untuk tetap mengikuti UN, meskipun sambil menjalani rawat inap, kami kemudian melayaninya dengan maksimal," ujarnya.
Ia mengaku mencarikan meja kecil untuk siswi tersebut agar bisa nyaman mengerjakan soal-soal UN di tempat tidur di RS Trijata itu.
Anggara yang dirawat di sal Sandat itu, mengaku bisa mengerjakan 50 soal Bahasa Indonesia yang menjadi bahan UN hari pertama. Ia mengaku sejak beberapa waktu terakhir melakukan persiapan, terutama belajar dengan tekun agar bisa mengerjakan soal-soal UN dengan baik.
Namun, Anggara yang mengantongi nomor peserta ujian 01-024-097-8 itu juga mengharapkan boleh segera pulang agar bisa mengerjakan soal-soal UN di sekolah sebagaimana kawan-kawannya pada hari-hari berikutnya. Angara yang mengerjakan UN di rumah sakit itu juga sempat dipantau Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha.
Supartha mengatakan, secara umum pelaksanaan UN di Kota Denpasar pada hari pertama berlangsung lancar. UN tingkat SMA/MA dan SMK di Denpasar diikuti 12.812 siswa. Rinciannya, 5.850 siswa peserta ujian SMA, 69 siswa MA, 11 siswa SMALB dan 6.882 siswa SMK.
Berdasarkan rekapitulasi daftar hadir siswa peserta UN di Disdikpora Kota Denpasar pada hari pertama UN tercatat 17 siswa tak mengikuti UN. Rinciannya, pada jenjang SMA tercatat tujuh siswa dimana empat siswa karena sakit, berhenti sekolah dua orang dan ijin satu orang. Sementara pada jenjang SMK sebanyak 10 orang. Meliputi empat siswa dengan alasan sakit, sedangkan siswanya karena mengundurkan diri dan berhenti sekolah.
03 Februari 2026
26 Maret 2026