Menu

Sewindu SMPN 12 Denpasar, Walikota: Buat Anak Senang dan Bahagia di Sekolah

  • Senin, 22 Agustus 2016
  • 1261x Dilihat

Ada yang istimewa mewarnai kemeriahkan puncak HUT ke-8 (sewindu) SMPN 12 Denpasar yang dirayakan, Sabtu (20/8) lalu. Puncak HUT dihadiri Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan bingkisan kepada 15 warga kurang mampu di Desa Peguyangan Kaja, serta penyerahan tong sampah kepada tiga dusun yakni Banjar Pondok, Banjar Umadesa dan Banjar Blusung.

Saat itu, Walikota Rai Mantra didampingi Kepala SMPN 12 Denpasar, Dr. Drs. I Nengah Narsa, S.H., M.Si.; pengelingsir Puri Peguyangan A.A.N. Gde Widiada; Kabid Pemuda Olahraga Disdikpora Denpasar yang juga Ketua Komite SMPN 12 Denpasar, Drs. Ketut Sudana dan Camat Denpasar Utara, Nyoman Lodra, juga meninjau stand hasil kerajinan dan produk olahan kreatif hasil karya siswa SMPN 12 Denpasar. Yang menarik, Walikota juga membeli sebotol loloh cem-cem hasil olahan siswa.

Kasek Nengah Narsa mengakui, awal berdiri sekolah ini sangatlah gersang dan berdebu. Kini, sekolah paling buncit di Kota Denpasar ini sudah mengalami kemajuan yang pesat. Lingkungan sekolah sudah tertata rapi dan bersih, bahkan prestasi sekolah ini menyalip sekolah negeri lainnya.

Tercatat sekolah ini tiga kali masuk lima besar tingkat Bali dan Kota Denpasar. Juga prestasi lain, seperti juara III UKS, juara II KSPAN dan juara I lomba Wawasan Wiyata Mandala. Narsa menyebutkan, kemajuan ini berkat disiplin guru dan siswa.

Narsa mengatakan, sekolah ini dikembangkan dengan konsep Tri Hita Karana dimulai dari parahyangan, palemahan dan pawongan. Namun demikian, ia tetap mengingatkan warga sekolah tak boleh berpuas dengan prestasi selama ini, namun terus berprestasi guna menjadi sekolah favorit dan unggulan di Bali.

HUT Sewindu SMPN 12 Denpasar yang mengambil tema ‘’Rumah Penuh Cita dan Harapan’’ diapresiasi Walikota Rai Mantra. Hasil kerajinan dan sarana upacara seperti banten pejati yang dipamerkan siswa, menurut Rai Mantra merupakan suatu hal yang luar biasa. Selain bernilai ekonomi, secara tidak langsung anak-anak mengetahui makna dari sarana upacara yang dibuat.

Walikota Rai Mantra menghimbaukan kepada para guru untuk selalu bisa membuat anak didik merasa senang dan bahagia di sekolah. Sekolah itu adalah rumah kedua bagi anak-anak dan rumah ialah tempat anak-anak merasa senang dan bahagia. ‘’Saya sangat setuju dengan tema HUT kali ini yakni “Rumah Penuh Cita dan Harapan”, sebab sekarang ini sebuah sekolah harus bisa menjadi rumah yang bisa membuat anak-anak merasa senang dan bahagia, kalau anak-anak sudah senang dan bahagia pasti cita dan harapan itu akan ada,” ujarnya.

Dikatakan Rai Mantra, pedidikan kepada anak itu merupakan peranan penting kita semua sebagai orang tua, baik itu orang tua kandung, guru maupun lingkungan. Menurut Rai Mantra semua peran ini sangat membantu di dalam kesuksesan perkembangan pendidikan anak di masa depan.

‘’Jadi mulai dari sekarang mari peduli dengan kesenangan dan kebahagian anak, mulailah mengajari dengan cara-cara yang kreatif agar anak-anak tertarik dan merasa senang dengan pendidikan yang diberikan,’’ pungkas Rai Mantra.