Menu

Siswa Pendatang Serbu Denpasar

  • Jumat, 03 Juni 2016
  • 2153x Dilihat

Sekolah di Denpasar mempunyai daya tarik tersendiri bagi siswa luar daerah. Terbukti, setiap penerimaan peserta didi baru (PPDB) sekolah di Denpasar, baik sekolah negeri maupun swasta selalu diserbu siswa luar daerah.

Beragam alasan ketertarikan para pelajar daerah lain untuk belajar di Denpasar. Ada yang beralasan karena banyak pilihan sekolah favorit. Dan, tak sedikit hanya sekadar mengejar gengsi bisa sekolah di kota ketimbang mengeyam pendidikan di daerah asal.

Sementara bagi mereka yang cerdas, beralasan melanjutkan studi di Denpasar karena SDM guru yang berkualitas serta sarana plus prasarana pendidikan di Denpasar dinilai cukup memadai. Demikian juga dari segi prestasi, Denpasar selalu diperhitungkan di tingkat nasional, regional hingga internasional.

Salah seorang siswi lulusan SMP dari Mengwi, Setianingsih saat ditemui mencari informasi PPDB di Disdikpora Kota Denpasar mengatakan, berkeinginan mencoba mendaftar di sekolah negeri di Denpasar lantaran ingin mencari pengalaman sekolah di luar Badung. Kendati belum mengetahui berapa nilai UN-nya, karena baru akan diumumkan 11 Juni mendatang, namun Setianingsih tetap berambisi bisa sekolah di Denpasar. ‘’Kalau lolos syukur. Kalau tidak, pilih sekolah swasta saja, yang penting sekolah diDenpasar,’’ ujarnya.

Hal senada juga disampaikan lulusan SMP dari Badung, Juniawan. Bersama dua temannya dia juga mencari informasi pelaksanaan PPDB di Denpasar, karena ingin mencoba mengadu hasil nilai UN-nya di SMK negeri Denpasar. Dia bertekad untuk melanjutkan sekolah di Denpasar, karena di Badung belum ada sekolah kejuruan yang berkelas, kata dia. ‘’Di Badung memang ada beberapa pilihan sejumlah SMK, namun kualitasnya tidak sama dengan SMK di Denpasar,’’ kata dia.

Kondisi serbuan siswa luar daerah ke Denpasar diakui Kabid Bina Program Disdikpora Kota Denpasar, Made Merta. Disebutkannya, selama ini siswa yang pindah ke Denpasar lebih banyak dari daerah perbatasan terdekat, seperti Badung dan Gianyar. Sedangkan beberapa siswa dari daerah lainnya, tidak terlalu banyak.

Berdasarkan data PPDB tahun lalu, kata Merta, jumlah pelamar SMA/SMK negeri dari luar Denpasar, khususnya dari Badung dan Gianyar mencapai seribuan orang. Kondisi ini cukup membanggakan karena sekolah negeri di Denpasar menjadi favorit karena kualitas pendidikan di Denpasar dinilai sangat bagus. Namun disisi lain dengan banyaknya pendaftar dari luar yang masuk tentu tak bisa ditampung seluruhnya.

”Banyak orangtua siswa dari luar daerah menganggap mutu pendidikan di Denpasar sangat bagus. Itu yang menjadi alasan melanjutkan pendidikan putra-putrinya di Denpasar,” ucap Merta.

Disisi lain, dia juga tidak menampik ada beberapa siswa Denpasar yang juga mengajukan pindah rayon untuk dapat sekolah di daerah lain seperti di Badung. Kebanyakan siswa yang loncat ke Badung berasal dari pinggiran kota, khususnya yang berada di wilayah perbatasan antara Badung dengan Denpasar, seperti di daerah Peguyangan dan Padangsambian.

‘’Namun hal tetap juga tidak seimbang karena antara yang datang dengan yang pergi jauh lebih banyak yang datang. Bahkan hampir mencapai dua kali lipat siswa yang datang dari luar daerah yang ingin sekolah di Denpasar,’’ ujarnya.

Mengantasipasi serbuan siswa luar Denpasar, kata Merta, Disdikpora Kota Denpasar sejak beberapa tahun lalu sudah menerapkan pembatasan penerimaan peserta didik baru dari luar Denpasar yakni, hanya 5 persen dari daya tampung masing-masing sekolah negeri. Tahun ajaran baru ini, untuk jenjang SMA negeri siswa luar Denpasar yang ditampung hanya 146 siswa atau 5 persen dari jumlah kuota siswa SMA negeri seluruh Denpasar akan dibagi ke beberapa sekolah negeri.

Rinciannya, SMAN 1 Denpasar memberikan kuota 20 siswa, SMAN 2 memberi tempat 20 siswa, SMAN 3 menerima 14 siswa, SMAN 4 menerima 16 siswa, SMAN 5 memberi kursi 20 siswa, SMAN 6 memberi kuota 16 siswa, SMAN 7 menyediakan kursi 20 siswa dan SMAN 8 Denpasar menyediakan jatah 20 siswa.

Menurutnya, prosedur pendaftaran untuk siswa pindah rayon sama seperti pendaftaran pada sekolah negeri reguler lainnya. Siswa mendaftar lewat jalur online, kemudian membawa print out dari pendaftaran ke sekolah yang dituju. ''Tentunya dengan membawa surat keterangan pindah rayon,'' terangnya.

Terakhir, dia mengimbau kepada calon orang tua siswa SMP, SMA/SMK negeri agar tidak tergiur janji-janji orang yang mengiming-imingi bisa memasukkan anaknya ke sekolah negeri dengan membayar sejumlah uang. “Pendaftaran PPDB online kita lakukan secara transparan, data-datanya bisa kita lihat setiap hari di situs http://denpasar.siap-ppdb.com,” terangnya.