Menu

Siswa SMAN 4 Denpasar Raih Nilai UN Tertinggi di Bali

  • Sabtu, 07 Mei 2016
  • 2131x Dilihat

Siswa SMAN 4 Denpasar dari tahun ke tahun selalu meraih predikat peraih Nilai Ujian Nasional (NUN) tertinggi di Bali.  Tahun ini dua siswanya meraih ranking I dan II di program IPA, yakni Maria Septiana Parmonang Aroean dengan nilai 564,5 dan Ni Putu Ika Regina Maharani dengan nilai 560,5.

Selain mengukir prestasi peringkat I dan II di program IPA, siswa SMAN 4 Denpasar juga meraih ranking II dan III di proram IPS.  Masing-masing Ni Nyoman Ari Tati Ratnasari, yakni dengan nilai 517,0 dan Nanda Amedina Putri, yakni dengan nilai 513,5.

Prestasi meraih ranking I NUN tertinggi di Bali, membuktikan SMAN 4 Denpasar memang sekolah berkualitas. Maria yang meraih nilai total 564,5 masing-masing untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, dia mendapat nilai 94,0, Bahasa Inggris (88,0), Matematika (100,0), Fisika (97,5), Kimia (90,0) dan Biologi (95,0). Sementara  Ika Regina Maharani mendapat nilai total 560,5 di bahasa Indonesia mendapat nilai 92,0, bahasa Inggris (86,0), matematika (97,5), Fisika (100,0), Kimia (95,0) dan Biologi (90,0).

Baik Maria dan Putu Ika mengaku tak terbayang akan menembus prestasi meraih nilai UN terbaik di Bali. Bahkan Maria sebelumnya hanya bertekad menjadi yang terbaik di sekolah. ‘’Saya tak pernah kepikira nmeraih nilai terbaik I di Bali, ini betul-betul kejutan,’’ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Putu Ika mengingat persaingan dan siswa pintar di SMAN 4 Denpasar sangat merata. Makanya dia hanya memiliki target bisa lulus dan diterima di  SNMPTN. ‘’Tapi lewat line teman menyodorkan saya peraih NUN terbaik,’’ujar Ika, Jumat (6/5) kemarin.

Maria yang lahir 5 September  1998  anak ketiga pasangan Ni Ketut Sukerti dan Ketut Kertanegara asal Sesetan ini mengaku semua sukses ini berkat Tuhan dan perjuangan. Dia mendapat pembinaan fokus UN dari sekolah sejak pukul 07.00 hingga 18.00 wita. Di samping itu mendapat dukungan orangtua, juga bimbel dan lingkungan sekitarnya.

Hanya saja cara belajar Maria tak sama dengan siswa lainnya. Dia rata-rata belajar 15 jam sehari untuk enam mata pelaharan yang di-UN-kan. Bahkan nyaris waktu bermainnya habis untuk persiapan UN selama enam bulan ini.

Sejak pagi dia belajar di sekolah hingga pukul 18.00 wita. Setelah itu  sejak pukul 19.00 belajar di bimbel hingga pukul 20.15 Wita. Sepulang dari bimbel belajar latihan soal lagi di rumah hingga pukul 01.00 dini hari.

Jika tak ada jadwal les di bimbel, Maria belajar berkelompok untuk menghilangkan kejenuhan. Dia memiliki kelompok belajar Tim Sukses UN yang beranggotakan lima siswa. Makanya Maria yang menentukan pilihan di FK Univ. Negeri Jember ini baru merasa plong setelah meraih NUN tertinggi di Bali.

Ni Putu Ika Maharani juga memiliki jam belajar 15 jam sehari. Anak pertama pasangan  Desak Putu  Eka Sutrisnawati dengan I Made Wijaya Antara asal Pecatu ini tak merasa bosan belajar 15 jam karena sudah menjadi kebiasaan hidupnya. Hanya saja dia sehabis bimbel tak langsung belajar ala Maria, namun gadis kelahiran 22 Juli 1998 ini baru belajar pukul 03.00 dini hari .

Selain meraih nilai tertinggi UN, SMAN 4 Denpasar juga meraih nilai rata-rata tertinggi Program IPA dengan nilai komulatif rata-rata 497,20. Demikian pula untuk program IPS, SMAN 4 Denpasar meraih dengan nilai komulatif rata-rata tertinggi di Bali dengan nilai, yakni 466,15.