Salah seorang siswa SMPN 4 Denpasar, William Kosasih yang ikut memperkuat tim Bali dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, 15-21 Mei 2016 berhasil mengharumkan nama Bali. Ia berhasil meraih medali perak OSN bidang Matematika.
Kini William juga dipanggil Direktorat Pembinaan SMP Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud untuk mengikuti training center dalam rangka Thailand International Mathematics Competition (TIMC) mulai 25 Meret s.d 7 Juni 2016 di Jakarta. Jika lolos, ia akan mewakili Indonesia pada TIMC di Thailand 14 s.d 19 Agustus mendatang.
William mengaku tak terbayang akan meraih medali perak di OSN. Bahkan ia menyadari untuk meraih medali perunggu saja sudah sangat berat. ‘’Saya tak pernah kepikiran meraih medali perak di OSN. Ini betul-betul kejutan dan saya sangat bersyukur mampu mempersembahkan medali perak dan mengharumkan nama SMPN 4 Denpasar, Kota Denpasar dan Bali di tingkat nasional,’’ ujar William Kosasih, Selasa (24/5) kemarin.
William mengakui pesaing di OSN sangat ketat terutama tim dari Jabar dan Jakarta. Selain itu, ia juga mengakui masih lemah di geometri. William yang lahir 22 Maret 2003 anak pasangan Edy Djoen dan Linah ini mengaku semua sukses ini berkat Tuhan dan perjuangan serta seleksi superketat selama setahun, yang diawali lewat olimpiade tingkat Kota Denpasar dan dilanjutkan seleksi di tingkat provinsi.
Dia mengatakan, kunci sukses belajar matematika harus fokus dan konsentrasi. Tiap hari ia cukup belajar matematika 30 menit. Peraih juara I Bali Logic and Computer Competition di Unud ini mengatakan ilmu matematika sangat bermanfaat untuk kehidupan. Untuk itu jangan pernah takut mempelajari matematika.
Kepala SMPN 4 Denpasar, Drs. Wayan Dhania, M.Pd.,mengaku salut dan bangga anak didiknya berhasil menunjukkan prestasi terbaik di nasional. Apalagi OSN merupakan ajang kompetisi dalam bidang sains bagi para siswa di seluruh Indonesia. Para siswa yang diikutkan dalam ajang kompetisi tersebut adalah siswa-siswi terbaik dari provinsinya masing-masing.
Menurut Dhania, prestasi OSN ini semakin melengkapi reputasi dan prestasi SMPN 4 Denpasar sebagai sekolah peraih predikat Adiwiyata Mandiri satu-satunya di Bali, sekolah UN berintegritas jujur berprestasi dari Kemendikbud, serta melahirkan karateka internasional atas nama Yuli yang meraih emas dan perak di Jerman.
Ia juga berterima kasih kepada para siswa dan guru pembina atas prestasi yang dicapai. Menurutnya, dengan keberhasilan prestasi yang telah diraih, hendaknya dapat menambah motivasi para pelajar lain untuk lebih meningkatkan prestasi belajarnya.
03 Februari 2026
26 Maret 2026