Siswa SMPN 7 Denpasar menciptakan sarana dalam mendidik siswa untuk merubah budaya buruk akan sampah berbasis pendidikan lingkungan yang disebut ‘’Rup-Zone” karena diadaptasi dari tempat bermain yang telah familier yaitu Timezone. Dimana, alat ini sukses mengajak siswa membuang sampah dengan cara bermain.
Ada tiga jenis mainan yang dibuat ketiga siswa SMPN 7 Denpasar, Sophia Kardiana Bertha Sugiarto, Finannisa Zhafira dan Ervitha Qurrota A’Yuni Hassant’r, yakni Angry Garbage (ketapel), jungkat-jungkit dan Rocket Garbage. Hasil karya siswa ini pun memenangkan Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sebagai duta Bali tahun ini, SMPN 7 Denpasar meraih emas di kategori IPS. Inovasi ini dibawah bimbingan Pembina KIR-7 Denpasar, Ketut Suardani, S.Pd., M.Pd. ‘’Ini lomba kami yang pertama di LPIR, sudah langsung juara,’’ ujar Ervitha.
Padahal, awalnya mereka ragu diajang bergengsi nasional ini karena ketiganya mengaku berbasis lomba debat. Namun ternyata ketiga tambah percaya diri ketika memperagakan alat ciptaannya yang sukses mengajak siswa membuang sampah dengan cara bermain.
Alat ini sengaja dibuat layaknya sebuah permainan supaya dapat menarik perhatian bagi setiap orang yang ingin menggunakan RuP-Zone. Ketiga alat ini diharapkan memberikan pengajaran bahwa membuang sampah pada tempatnya adalah suatu kegiatan yang sangat menarik bagi para siswa khususnya.
Sophia menjelaskan, Angry Garbage misalnya. Seperti permaian Angry Bird permainan terpopuler di kalangan siswa, Angry Garbage ini dibuat dengan cara beriman yang tidak jauh berbeda dengan permainan angry Bird. Jika dalam permainan Angry Bird, buru yang dilempar untuk menghancurkan kotak-kotak yang ada, maka dalam Angry Garbage ini dibuah sebuah ketapel yang akan melemparkan sampah dalam sebuah ember hingga masuk ke dalam tempat sampah.
Sementara pada alat jungkat-jungkit, dibuat tidak berbeda jauh dengan permainan jungkat-jungkit pada umumnya, dan berfungsi untuk membuang melalui permainan. Sedangkan sampah botol plastik lewat roket yang menyenangkan. Roket Garbage juga mempunyai peranan yang cukup mirip dengan Angry Garbage. Namun, alat ini bukanlah ketapel yang digunakan sebagai pengaplikasianya melainkan penjepit.
Ketiga siswa ini berharap pemerintah terus mendukung serta memfasilitasi adanya Rup-Zone sebagai solusi kreatif dalam upaya merubah budaya buruk akan sampah.
Kepala SMPN 7 Denpasar, Titik Wahyani, S.pd., mendukung 100% proyek anak didiknya. Ia mengatakan jika pihak sekolah menyediakan sejumlah fasilitas yang diperlukan mulai laboratorium hingga tenaga pendidik yang berkualitas.
Titik Wahyani juga memberi apresiasi luar biasa atas perjuangan anak didiknya hingga sukses meraih emas di LPIR tingkat nasional. Prestasi ini makin berarti ketika dia sedang menggalakkan program peduli lingkungan bagi warga sekolah.
03 Februari 2026
26 Maret 2026