PERAYAAN hari suci Siwaratri di SMAN 2 Denpasar, Senin (19/1) hingga Selasa (20/1) pagi berjalan damai. Mereka mengisinya dengan dharma tula, ceramah agama oleh guru agama setempat. Para siswa diajak melakukan tiga kali persembahyangan yakni sore hari ketika anak tiba di sekolah, pukul 24.00 wita dan persembahyangan pukul 06.00 sekaligus pamitan. Pola ini perlu dicontoh sehingga kesemarakan itu benar-benar terarah.
Kepala SMAN 2 Denpasar, Drs. Ketut Sunarta, M.Hum., mengungkapkan, melalui perayaan Siwaratri ini segenap civitas akademika SMAN 2 Denpasar dapat menjalankan swadharma masing-masing dengan baik, dengan semangat kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Melalui perayaan ini diharapkan para siswa, guru dan pegawai termotivasi untuk belajar dan bekerja lebih baik, sehingga mencapai hasil yang lebih maksimal.
Ia mengatakan, cerita Lubdhaka dalam Siwaratri sangat relevan dengan masalah kekinian. Lubdhaka adalah simbol manusia yang tekun dan bisa mencapai kesadaran diri. Bagi siswa, kata Ketut Sunarta, sebagai alas (hutan) tempat berburu ilmu pengetahuan. Ketekunan dan disiplin ini menjadi utama bagi siswa karena ilmu pengetahuan menentukan masa depan.
Makanya ia menegaskan perayaan Siwaratri harus dilakukan dengan tulus tanpa beban serta penuh kesadaran. Kita sadar mengubur Tri Mala yakni moha (berpikir yang jahat), mada (berkata yang kotor) dan kasmala (berbuat yang jelek). ''Malam inilah kita sebut kembali ke titik nol untuk lebih banyak berbuat kebaikan,'' ujarnya.
Guru Agama Hindu di SMAN 2 Denpasar, Nyoman Degdeg, menambahkan, dalam sastra agama disebutkan malam Siwaratri adalah malam utama yang sarat mengandung permohonan maaf, kebahagiaan dan memberi harapan. Di malam yang paling gelap selama setahun ini kita patut selalu eling dengan Tuhan, dengan penuh kesadaran mengakui kesalahan untuk bangkit berbuat kebaikan. Di malam yang utama ini pula kita akan diberkati harapan dan kebahagiaan. ‘’Yang penting ada kesadaran untuk berbuat yang lebih baik lagi, itu sudah cukup,’’ ujarnya.
Perayaan Siwaratri di SMAN 2 Denpasar berlangsung khusyuk dan semarak. Khusyuk karena selain diisi persembahyangan bersama sebanyak tiga kali, juga diisi meditasi serta renungan malam. Suananya semarak diisi dengan pembacaan kidung, sloka serta kekawin oleh Dharma Gita Resman. Selain itu, siswa, serta guru dan pegawai SMAN 2 Denpasar yang melaksanakan jagra di sekolah juga dihibur dengan tayangan wayang Cenk Blonk, pementasan drama tari Lubdaka, penampilan teater Topenk, tayangan Mahabharata serta tak kalah menariknya penampilan stand up comedy. (putra)
03 Februari 2026
26 Maret 2026