SMAN 1 Denpasar (Smansa) kembali menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan di tingkat internasional. Siswa Smansa, Putu Agastya Satryana dan Kadek Adindya Pradnya Putri, siswa kelas XII MIA 8 program percepatan mewakili tim Indonesia dalam lomba ICYS (International Conference of Young Scientists) 2016 di Cluj-Napoca, Romania, belum lama ini.
Dalam perlombaan tersebut, kedua siswa Smansa ini berhasil meraih pedali perunggu. ICYS yang ke-23 tersebut diikuti lebih dari 220 peserta dari 28 negara. Di event bergengsi itu, Agastya dan Anindya mengikuti lomba bidang life science dengan hasil penelitian berjudul ‘’Insect Producing Antibiotic and Preliminary Assessment in Virious Species in Bali’’.
Adindya mengaku bangga dan bersyukur dapat mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi itu. Keberhasilan melenggang ke ajang internasional berkat motivasi tinggi dari sekolah, pembinaan yang intensif dari guru pembina di sekolah. ‘’Walau belum berhasil meraih medali emas, tetapi saya sudah berupaya melakukan yang terbaik untuk Indonesia, Bali, sekolah, keluarga dan orang-orang yang selama ini telah memberikan support,’’ ujar Adindya didampingi guru pembinanya Dra. Ni Nyoman Yuniati, M.Pd., Senin (6/6) kemarin.
Menurut Adindya, perjuangan untuk bisa menembus ICYS harus dilewati dengan seleksi superketat selama setahun. Putri pasangan Nyoman Nuryana dan Fitri Primayuni menambahkan, persiapan sebelum pemberangkatan ke Romania ada bimbingan nasional di Jakarta dan Bandung selama dua bulan.
Sebelumnya, Adindya berhasil meraih medali perunggu dalam Lomba Peneliti Belia Nasional 2015 di Yogyakarta yang diselenggarakan Center of Young Scientist. Dalam ajang itu, Adindya mempertahankan hasil penelitian berjudul ‘’Insect Producing Antibiotic and Preliminary Assessment in Virious Species in Bali’’.
Penelitian ini menguji kandungan antibiotik pada serangga yakni belatung, kroto, ulat sutra dan ulat kelapa atau di Bali dikenal dengan nama ancruk. Ternyata empat serangga itu memiliki kandungan antibotik yang sangat tinggi, sehingga dapat dipakai untuk antibiotik. Yang membanggakan, hasil penelitiannya ini dibawa ke Jepang untuk penelitian lanjutan.
Kepala SMAN 1 Denpasar, Drs. Nyoman Purnajaya, M.Pd., berterima kasih kepada Kadek Adindya Pradnya Putri yang telah berhasil meraih prestasi di tingkat internasional. Demikian juga kepada guru pembina, orang tua Adindya dan semua pihak yang telah membina dan memotivasi sehingga ia mampu mengharumkan nama sekolah, Bali dan Indonesia di tingkat internasional.
Prestasi seperti ini diharapkan Purnajaya bisa dicapai oleh siswa Smansa lainnya. Prestasi demi prestasi yang diraih warga Smansa diharapkan pula dapat membahagiakan dan mendorong siswa lainnya untuk meraih prestasi terbaik buat diri sendiri, keluarga dan almamater.
‘’Saya berharap semua warga SMA Negeri 1 Denpasar menyadari bahwa setiap prestasi merupakan hasil perjuangan yang menuntut menuntut pengorbanan. Menuntut kerja bareng yang saling mendukung dan saling menyempurnakan,’’ pungkasnya.
03 Februari 2026
26 Maret 2026