Menu

SMAN 7 Denpasar Dinilai Tim Adiwiyata, Tumbuhkan Budaya Memanusiakan Lingkungan

  • Senin, 18 Mei 2015
  • 2777x Dilihat
SMAN 7 Denpasar sebagai duta Kota Denpasar, Jumat (15/5) lalu dinilai oleh tim  sekolah model Adiwiyata tingkat provinsi Bali. Siswa pun tampak sungguh-sungguh menyambut tim dengan atraksi pencak silat, cheerleaders, dan beragam kegiatan ekstrakurikuler serta siswa serius memberi jawaban atas pertanyaan tim. Tim penilai juga disambut Kabid Dikmen Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd.
Kepala SMAN 7 Denpasar Drs. Ida Bagus Suyasaputra, M.Si., mengungkapkan, pada penilaian kali ini banyak yang diperbuat warga sekolah menumbuhkan budaya memanusiakan lingkungan. SMAN 7 Denpasar yang meraih juara I lomba Wawasan Wiyata Mandala (WWM) tingkat Provinsi Bali telah memenuhi tiga aspek yakni penataan lingkungan, pengelolaan administrasi sekolah dan kualitas PBM-nya.
Kasek yang suka tantangan ini menargetkan SMAN 7 Denpasar bisa meraih Adiwiyata Mandiri yang merupakan penghargaan tertinggi nasional di bidang lingkungan. Lewat penilaian Adiwiyata ini, ia ingin mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dan peduli lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik dengan mengedepankan prinsip edukatif.
Penataan taman sekolah dan fisik kini semakin asri ibarat sekolah ini sebuah hotel dalam lingkungan yang rindang. Prestasi akademis dan non-akademis pun tak diragukan lagi. Dalam mejaga kebersihan lingkungan sekolah, SMAN 7 Denpasar tidak tergantung dengan pihak luar. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan UKS dan Kegiatan kebersihan sekolah semuanya dilakukan oleh semua siswa dan guru-guru SMAN 7 Denpasar.
Sekolah ini memiliki fasilitas lengkap dan memenuhi delapan standar nasional. SMAN 7 Denpasar juga termasuk SKM PBKL PSB dengan fokus life skill bidang pariwisata. Program SKM PBKL PSB yang dimulai sejak 2009 ini terintegrasi pada semua mata pelajaran. Juga memiliki show room karya siswa yang memanfaatkan barang bekas menjadi produk bernilai ekonomis. Disamping menerapkan clean and green dan pendidikan karakter yang menjadi ciri khas sekolah ini.
Visi sekolah ini juga mantap yakni unggul mutu akademis, peduli lingkungan, pelayanan prima berwawasan meta kecerdasan. Kurikulum sekolahnya juga berbasiskan lingkungan. Pelajaran lingkungan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain. Bahkan, komite sekolah memberi anggaran khusus untuk pemeliharaan lingkungan.
Dalam kegiatan partisipatif, warga sekolah secara rutin membantu PSN, menghijaukan kawasan mangrove dengan penanaman pohon bakau, membudidayakan tanaman langka seperti juwet, kembang rijasa, badung, purnajiwa dan lainnya.  Budi daya anggrek dan pembibitan tanaman dijadikan usaha ekonomi produktif oleh siswa karena bisa dijual ke masyarakat.
Di bidang akademis, UN tahun ini, SMAN 7 Denpasar menembus peringkat lima terbaik untuk Program IPA dan IPS di Bali. Untuk Program IPA SMAN 7 Denpasar berada di ranking empat dengan rata-rata nilai UN untuk seluruh siswa 536,33. Sedangkan untuk Program IPS menempati posisi kelima dengan rata-rata nilai UN untuk seluruh siswa 498,95.
Lulusan terbaik di sekolah ini diraih Ni Wayan Agustini (program IPA) dengan nilai 566,8. Sedangkan di program IPS diraih NiPutu Reza Mutiara Sari Putri dengan nilai 540,6. Tahun ini tercatat 55 siswa sudah diterima di sejulah PTN lewat jalur SNMPTN undangan. Di antaranya di Unud, Unibraw, Undiksa, UGM, UI, ITB, Unair, dan PNB.
Ketua Tim Penilai Ketut Arya Astana mengaku kagum dengan penampilan SMAN 7 Denpasar dan keintegrasian materi lingkungan dalam kurikulum. Atas pujian itu, Ida Bagus Suyasaputra mengungkapkan, apa yang ia bisa kerahkan pada penilaian adalah berkat kerja sama dan kerja keras warga sekolah, termasuk komite. (putra)