Menu

SMAN 8 Denpasar Lepas 565 Lulusan

  • Selasa, 10 Mei 2016
  • 1180x Dilihat

Kepala SMAN 8 Denpasar Drs. Ida Bagus Ngurah, M.Si., Senin (9/5) kemarin, melepas 565 siswa kelas XII yang lulus 100 persen tahun ini. Acara pelepasan siswa kelas XII SMAN 8 Denpasar (Smapan) angkatan VIII ditandai dengan pengalungan gordon dan menyerahkan secara simbolis dua siswa kepada Ketua Komite SMAN 8 Denpasar, A.A. Ngurah Gede Widiada. Acara dihadiri Kabid Dikmen Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha,M.Pd.

Ida Bagus Ngurah mengungkapkan, dari 565 lulusan tahun ini, tercatat 421 siswa berasal dari program IPA dan 144 siswa program IPS. Tampil sebagai lulusan terbaik di program IPA yakni Medhyana Putra yang memproleh nilai UN tertinggi di SMAN 8 Denpasar, yakni 490,5. Di program IPS nilai UN tertinggi diraih oleh Jaya Kusuma dengan nilai UN, yakni 457,5.

Ida Bagus Ngurah mengungkapkan, pendidikan pada dasarnya untuk menghantarkan  anak didiknya menuju hidup yang berkualitas. Smapan, kata Ida Bagus Ngurah, sudah memberikan yang terbaik untuk anak didiknya agar bisa melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Program itu sudah direalisasikan dalam bentuk sekolah sehat dan sekolah lingkungan. Prestasi sekolah paling bungsu di Kota Denpasar ini juga sudah go nasional. Untuk itu ia berterimakasih berkat siswa kelas XII, nama Smapan menjadi terkenal di tingkat nasional.

Ketua Komite A.A. Ngurah Gede Widiada juga mengingatkan untuk menjadi orang sukses bukan hanya ditentukan faktor kecerdasan intelektual, namun juga soft skill, kecerdasan sosial dan spiritual. Makanya dia setuju Smapan menyiapkan lulusannya meraih hidup yang berkualitas lewat pendidikan. ‘’Tempuhlah pendidikan setinggi-tingginya  untuk menyiapkan  diri menjadi lebih berkualitas,’’ujarnya.

Widiadana yang juga anggota DPRD Kota Denpasar ini juga mendorong Smapan tahun depan menerapkan UNBK. Dengan UNBK, kata pengelingsir Puri Peguyangan ini, kridibelitas dan nilai integritas UN lebih terjamin.

Kabid Dikmen Wayan Supartha mengakui prestasi  siswa Smanela terus meningkat bahkan sudah go nasional. Dia berharap lulusanya Smapan menjadi kaum intelektual dengan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Di samping itu ikut memecahkan masalah bangsa.

Ia juga menantang  siswanya saat sukses untuk datang kembali ke Smapan membawa gelar S-2, doktor dan jabatan ahli lainya.  Bila perlu datang ke sekolah untuk mengabdi guna membesarkan nama almamater.