Kepala SMK Dwijendra Denpasar I Ketut Widia, M.Pd., bersama Managing Director Zoomvliet College Belanda, Mr. P.J.G. Stelten-Bos., menandatangani nota kesepahaman tentang kerjasama pertukaran pelajar dan guru, Selasa (3/5) kemarin. Penandatangan MoU disaksikan Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, M.S. Chandra Jaya dan Sekretaris Yayasan Abdi Negara.
Penandatangan MoU berlangsung penuh kekeluargaan. Apalagi agenda penting berlangsung masih dalam suasana Hari Pendidikan Nasional, sehingga momentum penandatangan MoU dengan SMK Dwijendra Denpasar sangat pas.
Ketua Yayasan Dwijendra Pusat, M.S Chandra Jaya, mengaku bangga dengan pendatanganan MoU pertukaran pelajar ini. Ini berarti SMK Dwijendra Denpasar sudah semakin eksis dan dipercaya masyarakat. Tidak hanya di masyarakat lokal tapi sudah go internasional. Kepercayaan inilah, kata Chandra Jaya harus terus dipelihara dan ditingkatkan.
Ia menyebutkan, SMK Dwijendra Denpasar semakin mengalami kemajuan pesat, baik dalam bidang teknologi maupun pada penguatan budaya dan ajaran agama Hindu Bali. Dua penguatan inilah, yang mengundang perhatian pihak Zoomvliet College Belanda untuk lebih banyak belajar bidang teknologi serta seni budaya Bali di SMK Dwijendra. Bahkan dua siswa Zoomvliet College Belanda, Patrick dan Kevin sudah belajar di SMK Dwijendra Denpasar sejak Februari lalu hingga Juni mendatang.
Ia menegaskan, SMK Dwijendra Denpasar harus mampu mencetak SDM Bali yang smart di IT (tidak gaptek), cerdas, dan kuat karakternya. Namun diingatkan, kecerdasan jika tidak diisi nuansa spiritual dan character building yang dibangun agama, akan membuat ilmu itu menjadi lain.
Kasek Ketut Widia mengatakan, kerjasama pertukaran pelajar ini merupakan nilai plus dan kepercayaan dunia pendidikan internasional yang sangat luar biasa pada SMK Dwijendra Denpasar. Apalagi SMK Dwijendra Denpasar membuka program keahlian teknologi dan komputer jaringan.
Tentu dengan pertukaran pelajar ini sekaligus dimanfaatkan sebagai pertukaran informasi perkembangan teknologi dan informasi (TI) serta penggunaan software bertaraf internasional. Ini juga berkaitan dan menyiapkan lulusan SMK Dwijendra Denpasar menghadapi MEA.
Selain perkembangan TI dan budaya, kemandirian dua siswa dari Belanda ini juga menjadi cacatan tersendiri bagi SMK Dwijendra Denpasar. Ketut Widia berharap, siswa SMK Dwijendra Denpasar bisa meniru kemandirian siswa Belanda ini. Artinya, tamatan SMK Dwijendra Denpasar diharapkan bisa menjadi lulusan yang mampu membuka peluang kerja sendiri dan mandiri.
Selanjutnya, pada September mendatang guru dan siswa SMK Dwijendra Denpasar rencananya akan melakukan kunjungan balasan ke Belanda. Momentum itu, kata Ketut Widia, dimanfaatkan SMK Dwijendra Denpasar untuk memperkenalkan budaya Bali, sharing budaya, serta belajar teknologi.
Tahun ini, SMK Dwijendra Denpasar menurut Ketut Widia, membuka program baru yakni pariwisata (tata boga dan akomodasi perhotelan) dari dua program keahlian yang telah dibuka yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan Akuntansi Keuangan. Selain didukung tiga lab komputer, SMK Dwijendra juga memiliki Lab Pembelajaran, Lab Program serta Lab Jaringan (TI). Untuk program keahlian Akuntansi dan Keuangan disiapkan program Myob. Termasuk membangun gedung baru di Jalan Suradipa, Peguyangan.
03 Februari 2026
26 Maret 2026