SMK Kesehatan Bali Dewata dinilai tim lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Kota Denpasar, Selasa (17/5) kemarin. Di ajang bergengsi ini, sekolah yang dipimpin, Dr. Nyoman Suwija, M.Hum., tampil all out dengan kekuatan penuh.
Tim penilai lomba UKS yang diketuai Nuer Heri S. Putro, disambut yel-yel UKS, dan paduan suara UKS oleh siswa SMK Kesehatan Bali Dewata. Menariknya lagi, di acara yang dihadiri Camat Denpasar Utara, Nyoman Lodra dan Ketua Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala, Drs. Made Suparta, M.M., tim penilai juga disuguhkan puding ubi ungu yang merupakan hasil olahan siswa.
Kasek Nyoman Suwija mengungkapkan, SMK Kesehatan Bali Dewata yang membuka kompetensi keahlian Keperawatan dan Farmasi sangat mendukung lomba UKS dalam rangka menanamkan perilaku hidup bersih pada seluruh warga sekolah. Trias UKS sudah diterapkan maksimal.
Dengan demikian, pola hidup bersih betul-betul menjadi sesuatu yang penting. Sebab, kebersihan itu pangkal kesehatan. Diharapan, pola hidup bersih di sekolah bisa berimbas di rumah dan masyarakat. ‘’Dengan pola hidup bersih, menyadarkan kita betapa pentingnya arti hidup bersih karena berpengaruh pada kesehatan,’’ ujarnya.
SMK Kesehatan Bali Dewata juga menyiagakan tenaga medis di sekolah. Di sekolah ini juga ditanam aneka tanaman untuk obat. Di puncak acara penilaian kemarin, siswa SMK Kesehatan Bali Dewata menampilkan aneka atraksi ekstrakurikuler termasuk simulasi penanganan korban gempa bumi dan pengolahan tanaman obat keluarga. ‘’Semua ekstra di sekolah ini sangat positif membina kesehatan jasmani, rohani dan mental anak,’’ kata Nyoman Suwija.
Dihadapan tim penilai, Nyoman Suwija juga menyampaikan prestasi yang diraih siswanya. Di antaranya, juara III lomba KSPAN Kota Denpasar, juara III lomba pidato bahasa Bali, juara III pencak silat di Bali, juara III dance, serta lainnya. Sekolah juga dibentuk KSPAN selain berfungsi sebagai tutor sebaya pencegahan HIV/AIDS dan narkoba juga tim penegak KTR (kawasan tanpa rokok).
Ketua Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala, Made Suparta, menyambut positif lomba ini, karena dapat memberi pemahaman kepada warga sekolah akan arti penting kesehatan, sesuai dengan filosofi mensana in comporisano yakni di badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Dengan badan dan jiwa yang sehat, kata Suparta, sebagai modal bagi warga belajar SMK Kesehatan Bali Dewata untuk mengikuti proses belajar mengajar sehingga menjadi siswa berprestasi terbaik ke depannya. ‘’Kesehatan itu adalah modal utama untuk bisa mencapai kecerdasan dan prestasi,’’ tegasnya.
Ketua tim penilai, Nuer Heri, mengatakan, program ini tidak semata-mata lomba, tetapi menanamkan perilaku hidup bersih di sekolah dalam upaya melahirkan generasi yang cerdas dan sehat. Makanya, penilaian tak hanya pada lingkungan sekolah termasuk lingkungan sekitar sekolah sebagai imbas.
03 Februari 2026
26 Maret 2026