Menu

SMK PGRI 3 Denpasar Kedepankan UN Berintegritas

  • Selasa, 05 April 2016
  • 1225x Dilihat

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama di SMK PGRI 3 Denpasar, Senin ( 4/4) kemarin berjalan lancar. Sebanyak 650  siswa mengikuti UN dengan tertib. Pelaksanaan UN hari pertama di sekolah ini langsung dipantau Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha, diterima langsung Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Nengah Madiadnyana.

Kabid Dikmen Wayan Supartha memuji sekolah ini sangat strategis jauh dari keramaian. Kedua, mampu tampil berkualitas dengan program kejuruan pariwisata yakni tata boga dan akomodasi perhotelan. Makanya dia menegaskan, lulusan SMK PGRI 3 Denpasar sudah siap kerja serta berkontribusi terhadap upaya pemerintah mengentaskan angka pengangguran.

Ia juga memuji kepemimpinan Nengah Madiadnyana yang sukses mengantarkan SMK PGRI 3 Denpasar semakin besar dan berkembang. Ini dibuktikan dengan diraihnya penghargaan dari Pusat Penghargaan Indonesia yaitu ISA (Indonesia School Award) dengan kategori Winner Quality School Of The Year yang ditanda tangani Kemendikbud Anis Baswedan.

Mendapat pujian yang demikian hebatnya, Nengah Madiadnyana, tetap tampil rendah hati. Dia berterima kasih kepada masyarakat Bali yang mempercayakan SMK PGR 3 Denpasar sebagai tempat menuntut ilmu bidang bidang kepariwisataan.

Ini menunjukkan para orangtua siswa sangat pas menentukan pilihan di SMK PGRI 3 Denpasar yang dikenal SMK swasta ber-ISO, terakreditasi A, gedungnya megah dengan fasilitas lengkap dan SDM gurunya berkualitas. Bahkan sebagian besar gurunya berkualifikasi S-2. Mereka ini siap bekerja dan mengabdi untuk pendidikan.

Dia menegaskan sekolah ini fokus pada kualitas, bukan kuantitas. Sebab jika berpikir kuantitas, setiap tahun ada 1.300 orang pelamar bisa diterima, namun dia mantergetkan cukup 600 siswa. Demikian pula pada penerimaan siswa baru tahun ini dibatasi 600 siswa. Di sini mereka dibentuk menjadi SDM yang bersih, disiplin dan berprestasi.

Madiadnyana bertekad menjalankan UN secara berintegritas. Terlebih Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengubah konsep UN 2016, yaitu dengan menambahkan nilai indeks integritas agar terbentuk karakter generasi masa depan yang jujur.

Untuk mencapai UN yang berintegritas, Madiadnyana yang juga Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar ini, sudah mempersiapkan anak didiknya secara matang. Selain mengadakan try out yakni free test dan post test, juga mengikuti try out di tingkat rayon dan Kota Denpasar.