Menu

SMP Widya Sakti Lepas 282 Siswa Kelas IX

  • Senin, 06 Juni 2016
  • 2611x Dilihat

Kepala SMP Widya Sakti Denpasar, Wayan Nendra, S.Pd., melepas 282 siswa kelas IX, Jumat (3/6) lalu.  Acara pelepasan berlangsung meriah diisi dengan beragam pentas seni oleh siswa. Hadir di acara itu, Lurah Penatih, Wayan Herman, S.Sos.; Ketua Yayasan Widya Sakti, I Wayan Widia, BA.; Ketua Komite, Wayan Parta, ST.; kepala lingkungan se-kelurahan Penatih serta Kepala SD di lingkungan Penatih.

Kepala SMP Widya Sakti Denpasar, Wayan Nendra, mengungkapkan, SMP Widya Sakti Denpasar adalah satu-satunya sekolah menengah pertama di lingkungan Penatih. Sekolah ini sudah terakreditasi A sejak tahun 2013.

Kini, SMP Widya Sakti Denpasar semakin tertata apik dan sedang merampungkan pembangunan gedung lantai tiga. Nendra meminta masyarakat tak ragu-ragu lagi mendidik putra-putrinya di sekolah ini karena 38 tahun berpengalaman mengelola sekolah.

Kepada siswa kelas IX yang dilepas, Nendra mengingatkan untuk melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya, jangan sampai berhenti sekolah. Bagi siswa yang berasal dari keluarga miskin diharapkan memanfaatkan PPDB jalur siswa miskin untuk bisa studi lanjut di SMA/SMK negeri di Denpasar.

Nendra juga berterimakasih kepada siswa kelas IX yang sudah mengharumkan nama sekolah. Di antaranya meraih juara I silat di Bali, serta juara I dan II TI di Bali. Saat ini pramuka SMP Widya Sakti Denpasar bersiap mengikuti lomba di tingkat nasional dan di bidang akademis masuk 10 besar olimpiade.

Ketua Yayasan Widya Sakti, Wayan Widia, mengapresiasi terobosan yang dilakukan Kasek Wayan Nendra menjadikan sekolah ini semakin besar dan berkualitas. Ia juga mengajak siswa SMP Widya Sakti Denpasar terus melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya. Kesuksesan dalam pendidikan adalah kunci sukses hidup di kemudian hari.

Sementara Lurah Penatih, Wayan Herman, mengakui prestasi dan kontribusi SMP Widya Sakti Denpasar terhadap lingkungan sangat besar. Dia berharap lulusan SMP Widya Sakti Denpasar menjadi kaum intelektual dan berguna untuk bangsa. Kuncinya, terus mengisi diri dengan pendidikan.