SMPN 1 Denpasar memang pas dijuluki sekolah serba bisa. Tempat berkumpulnya siswa berotak cerdas namun juga berbakat dalam seni. Tahun ini, SMPN 1 Denpasar sukses memboyong piala bergilir Pekan Seni Remaja (PSR) serangkaian Porsenijar Kota Denpasar 2015, dengan jumlah medali 5 emas dan 4 perak.
Kepala SMPN 1 Denpasar, Drs. AA Gede Agung Rimbya Temaja, M.Ag., tersenyum lebar saat menerima piala PSR dari Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat penutupan Porsenijar di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (25/4) lalu. Rimbya Temaja menyebut, prestasi ini sangat luar biasa karena mampu mengalahkan juara umum PSR dua kali berturut-turut yakni SMPN 3 Denpasar.
Lima medali emas masing-masing diraih dari lomba menyalin huruf latin ke huruf Bali, tari Kijang Kencana oleh Chandra Dewi, Ardhaswari, dan Trihasti Suari, mapidarta Bali oleh I Gede Ananta Wijaya, serta lagu pop oleh AA Ngurah Adhipa Prasada dan Ni Luh Ketut Mahalini Ayu Raharja. Sementara empat medali perak masing-masing dipersembahkan oleh Riswanda, Adiatmika, Dwiadnya dan Permatasari dari lomba gender wayang berpasangan, baca puisi oleh Dita Martini Mahardika, kendal tunggal, serta melukis oleh Putu Dea Indah Kartini.
Sementara di cabang olahraga, SMPN 1 Denpasar berada diperingkat III dengan memperoleh 17 emas, 11 perak dan 16 perunggu. SMPN 1 Denpasar melengkapi prestasi juara III Porjar karena perenangnya, Dewi Novita Lestari terpilih sebagai atlet terbaik putra tingkat SMP.
Kasek Rimbaya Temaja mengaku cukup puas dengan hasil tahun ini karena kemenangan diperoleh lewat perjuangan yang amat berat. Keberhasilan ini, kata dia, berkat kerja keras bersama antara pembina, siswa, guru dan karyawan. Yang utama adalah keseriusan dalam pembinaan. Di samping bibit-bibit baru muncul lewat rekrutmen yang profesional. ‘’Kami targetkan tahun depan bisa menyandingkan juara umum bidang olahraga dan seni,’’ ujarnya.
Berbagai prestasi ini, kata dia, membuktikan sekolah yang dipimpinnya mampu mengasah otak kiri dan otak kanan. Dua komponen ini dikembangkan secara seimbang untuk bisa mencetak manusia yang utuh. Kuat ipteknya, tangguh budaya dan budi pekertinya. (putra)