Kompetensi keahlian teknik kontruksi kayu yang ditawarkan SMKN 1 Denpasar belum banyak diminati peserta didik baru. Setiap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), kompetensi keahlian itu kalah bersaing dengan program keahlian lainnya. Pada PPDB tahun pelajaran 2015/2016 kompetensi keahlian ini masih kekurangan 18 siswa dari 36 kursi yang disediakan.
Kepala SMKN 1 Denpasar, Ketut Suparsa, ST.,MT., Rabu (1/7) kemarin mengatakan, kurang diminati kompetensi keahlian teknik kontruksi kayu karena ada anggapan yang keliru terhadap jurusan tersebut. Kondisi serupa juga ditemui di kompetensi keahlian teknik kontruksi batu dan beton yang baru terisi 101 siswa dari pagu 108 siswa. Padahal peluang kerja kedua kompetensi keahlian ini masih terbuka luas.
‘’Sebagian besar pendaftar lebih tertarik memilih kompetensi keahlian teknik komputer jaringan dan teknik sepeda motor yang selalu menjadi favorit peserta didik. Bahkan animo masuk di dua program keahlian itu mencapai tiga kali lipat dibanding daya tampung,’’ujarnya.
Menurut dia, masih banyak anggapan masyarakat kalau mengambil kompetensi keahlian teknik kontruksi batu dan beton serta teknik kontruksi kayu, setelah lulus hanya bisa jadi kuli bangunan atau tukang kayu. Padahal, banyak perusahaan yang membutuhkan lulusan ini.
Suparsa menyebutkan, banyak masyarakat yang tidak tahu, peluang kerja lulusan teknik kendaraan ringan, sepeda motor rekayasa perangkat lunak dan komputer jaringan semakin terbatas. Apalagi dengan banyaknya sekolah yang membuka kompetensi keahlian serupa, persaingan lulusan semakin ketat.
Menurut Suparsa, guna memenuhi pagu dua kompetensi keahlian tersebut dibuka PPDB gelombang II secara offline pada Jumat (3/7), dilanjutkan seleksi NUN pada 4 Juli, dan hasilnya diumumkan pada 6 Juli sekaligus pendaftaran kembali. Suparsa menegaskan, PPDB gelombang II ini sesuai dengan juknis pelaksanaan PPDB tahun pelajaran 2015/2016 Nomor 422.1/2270/DIKPORA/2015. Pasal VI.6.6 tentang jalur SKHUN dan SKHUT untuk SMK yang menyatakan bahwa kompetensi keahlian yang tidak memenuhi kuota sampai akhir pendaftaran ulang, sekolah dapat melakukan pendaftaran gelombang berikutnya.
Dia juga mengatakan kalau waktu sehari hari untuk PPDB gelombang II sangatlah singkat. Meski demikian dia tetap berharap dalam PPDB gelombang II bisa memenuhi tarjet pagu. Bagaimana jika pada PPDB gelombang II tarjet pagu tetap tidak terpenuhi, Suparsa menegaskan, maka tidak akan membuka lagi gelombang berikutnya. ‘’Ya berapapun nanti, kami akan tutup meski pagu tidak terpenuhi,’’ tutur Suparsa.