Menu

Tidak Usah Percaya Dengan Bocoran Soal UN

  • Kamis, 24 Maret 2016
  • 941x Dilihat

Mendekati pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA sederajat yang mulai diselenggarakan 4 April mendatang, bocoran soal UN tentu menjadi tawaran yang menggiurkan bagi para siswa. Sejumlah harga pun dibanderol oleh berbagai oknum untuk sebuah bocoran soal.

Menghadapi situasi tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Wayan Sukana, mengimbau agar para siswa di Denpasar yang akan menghadapi UN mengabaikan berbagai tawaran bocoran soal itu. ‘’Tidak usah percaya dengan bocoran-bocoran soal itu karena akan membuat tidak fokus. Bukan belajar untuk mempersiapkan diri malah sibuk mencari-cari bocoran,’’ kata Wayan Sukana, Selasa (22/3) kemarin.

Sukana mengingatkan dan meminta manajemen sekolah untuk memperbanyak latihan siswa dalam membahas kisi-kisi soal UN untuk membekali mereka dalam menghadapi UN. ‘’Saya yakin siswa-siswa kita cerdas dan pintar. Jangan mudah percaya dengan segala macam bocoran jawaban atau soal UN, karena hal itu belum tentu benar. Percaya diri saja, berusaha dan terus berdoa,’’ ujarnya.

Sukana menyebutkan, kisi-kisi soal UN yang dibuat Badan Nasional Standar Pendidikan (BSNP) bisa menjadi bahan pembahasan di setiap sekolah. Ia mengharapkan melalui belajar siswa yang teratur baik di rumah maupun sekolah mereka bisa mencapai hasil UN yang terbaik.

Sukana menambahkan, UN SMA sederajat tahun ini di Kota Denpasar diberlakukan dua sistem yakni sistem UN berbasis kertas atau paper based test (PBT) dan UN berbasis komputer atau computer based test (CBT). Tercatat ada 11 SMA/SMK negeri dan swasta yang mengikuti UNCBT. Jumlah peserta UN sederajat di Kota Denpasar tercatat 13.292 siswa. Terdiri dari 5.850 siswa SMA, 69 siswa MA, 11 siswa SMALB, 6.882 siswa SMK dan 480 siswa Paket C.