Menu

Tingkatkan Mutu Pendidikan Melalui Penelitian

  • Kamis, 19 November 2015
  • 848x Dilihat

Dalam penididikan terdapat dua subjek pokok yang saling berinteraksi. Kedua subjek itu adalah pendidik dan subjek didik. Rendahnya mutu dan relevansi pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor terpenting yang mempengaruhi adalah mutu proses pembelajaran yang belum mampu menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar mendorong siswa-siswi untuk membudayakan aktivitas riset juga sebagai sisi dari aktivitas untuk mengasah kekuatan akademik serta mengimplementasikannya. Mengingat, budaya meneliti adalah satu satu tujuan utama dari Kurikulum 2013. Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., mengatakan hal itu, Rabu (18/11) kemarin.

Supartha menyebutkan, pemerintah selalu mendorong lahirnya anak-anak yang suka melakukan riset hingga nantinya bakal lahir generasi produktif. Akan tetapi semangat anak-anak untuk belajar serta melakukan riset butuh dukungan guru-guru inovatif sesuai dengan dinamika siswa.

Menurut Supartha masih banyak guru yang belum menjalankan perannya memotivasi dan merangsang siswanya untuk melakukan penelitian. Padahal kegiatan meneliti sejalan dengan semangat dari kurikulum baru. "Ya, peran guru amat penting sebagai pihak yang sangat dekat dengan pelajar membimbing siswa meneliti," tegasnya.

Supartha mengungkapkan dalam Kurikulum 2013 metode pembelajaran adalah dengan menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach). Diharapkan dengan pendekatan tersebut bisa mendorong siswa berpikir kritis, memahami permasalahan, serta mencari solusi. Hemat dia,hal itu bisa dilakukan dengan melakukan penelitian.

Karenanya ia menegaskan, peran guru amat penting sebagai pihak yang sangat dekat dengan pelajar membimbing siswa meneliti. Guru kekinian kata Supartha, bukan sekadar good teacher (guru yang mampu menjelaskan) atau superior teacher (guru yang mampu mendemonstrasikan), tapi lebih dari itu, great teacher (guru yang mampu menginspirasi muridnya).

Dia yakin budaya meneliti dapat meningkat jika didukung guru yang kreatif. Dan, kunci utama keberhasilan pendidikan adalah menerapkan proses pembelajaran yang melayani siswa untuk mengembangkan potensi dirinya. ”Guru harus kreatif untuk menciptakan pembelajaran yang terarah, terstruktur, dan menyenangkan,” ujarnya.