Menu

Ujian Nasional SMA/SMK. Sebelas Siswa DO, Seorang Meninggal

  • Senin, 14 April 2014
  • 4624x Dilihat

Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan SMK di Kota Denpasar, Senin (14/4) kemarin berjalan lancar. Namun kehadiran siswa peserta UN tak pernah mencapai angka 100 persen. Tercatat 13 orang siswa SMA/SMK di Denpasar tidak mengikuti UN. 

Ironisnya, ke-11 orang dipastikan tidak mengikuti UN susulan dan gagal menamatkan pendidikan SMA/SMK lantaran sudah memutuskan berhenti sekolah alias drop out (DO). Sisanya, seorang pindah ke luar negeri dan seorang lagi meninggal dunia karena sakit menjelang pelaksanaan UN.

 

Pelaksanaan UN di hari pertama kemarin ikut dipantau Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE.M.Si., di SMAN 2 Denpasar, SMA PGRI 1 Denpasar dan SMK PGRI 6 Denpasar di kawasan Panjer Denpasar. Hampir di semua sekolah distribusi naskah soal  UN berjalan normal. Tak seperti tahun lalu yang amburadul akibat naskah soal tertukar dan kekurangan  LJK.

Di SMAN 2 Denpasar menurut Kaseknya Drs. I Ketut Sunarta, M.Hum., semua peserta UN yakni sebanyak 481 orang hadir tepat waktu. Tak ada ditemukan siswa yang sakit dan ijin karena kecelakaan.

Di SMAN 5 Denpasar, menurut Kaseknya Drs. Nyoman Winata, M.Hum., dari 472 siswa peserta UN, seorang tidak hadir karena mengundurkan diri atau berhenti sekolah dengan alasan sakit. Siswa yang mengundurkan diri atas nama Made Alunya Gita Pratiwi siswa kelas XII IPS. Pihak orangtua siswa, kata Winata telah menyampaikan surat pernyataan dalam surat bermeterai bahwa anaknya tidak dapat mengikuti UN karena masih dalam keadaan sakit dan kini dirawat di Malang, Jawa Timur.

Dari data yang dihimpun di Disdikpora Kota Denpasar, siswa SMA yang tidak mengikuti UN dengan alasan berhenti sekolah juga ditemukan masing-masing satu orang di SMA Kerta Wisata Denpasar dan SMA PGRI 6 Denpasar, serta tiga siswa di SMA Saraswati 1 Denpasar dan seorang siswa SMA Taman Rama Denpasar atas nama Lentera Bintang Renjana pindah sekolah ke luar negeri.

Di tingkat SMK tercatat lima siswa tak ikut UN karena sudah mengundurkan diri. Meliputi masing-masing satu orang siswa SMK PGRI 1 Denpasar, SMK Saraswati 1 Denpasar, SMK Pariwisata Harapan Denpasar, SMKN 5 Denpasar dan SMK TI Bali Global. Dan seorang siswa SMK TI Bali Global meninggal dunia menjelang pelaksanaan UN.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar IGN Eddy Mulya didampingi Kabid Pendidikan Menengah, Drs. Wayan Supartha, M.Pd.,  mengatakan, dari 13 orang siswa yang tidak mengikuti UN utama, sebelas siswa dinyatakan berhenti sekolah atau mengundurkan diri, seorang karena pindah sekolah keluar negeri dan seorang siswa lagi gagal mengikuti UN karena meninggal dunia menjelang pelaksanaan UN.

Eddy Mulya menambahkan, khusus untuk siswa yang tidak hadir karena sakit, mereka diberikan kesempatan mengikuti UN susulan yang dijadwalkan berlangsung Selasa (22/4) hingga Kamis (24/4) mendatang. UN susulan merupakan kesempatan terakhir. ''Tidak ikut UN susulan berarti secara otomatis tidak lulus UN alias gagal menamatkan jenjang pendidikan SMA/SMK,'' katanya.