Hari ketiga pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMK PGRI 4 Denpasar, Rabu (15/4) kemarin, berjalan lancar dan tertib. Pelaksanaan UN di sekolah ini dipuji Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, karena berjalan jujur dan berkualitas.
Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya langsung memantau pelaksanaan UN di SMK PGRI 4 Denpasar, kemarin, diterima langsung Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., bersama Pembina SMK PGRI Drs. I Nyoman Badra dan Ketua Komite IGB Wiadnyana, di lab restoran sekolah setempat.
Peserta UN di SMK PGRI 4 Denpasar adalah terbanyak kedua di Bali yakni 602 siswa. Dari jumlah itu sebanyak 237 siswa program Akomodasi Perhotelan, 206 siswa program Tata Boga dan 159 siswa program Multi Media (MM). Hebatnya sekolah ini mampu memenuhi ruangan UN sebanyak 31 ruangan.
Saat itu Kadisdikpora IGN Eddy Mulya mengakui pelaksanaan UN di SMK PGRI 4 Denpasar berjalan jujur dan berkualitas. Semua pakem UN dilaksanakan dengan baik dan siswanya bekerja secara mandiri. Makanya dia sepakat kalau UN mengedepankan kejujuran bukan untuk mengejar prestasi akademik semata.
Dikatakannya, SMK PGRI 4 Denpasar kini menjadi sekolah hebat dan besar karena memiliki siswa lebih dari 1.000 orang. Dia yakin sekolah berkualitas akan dikejar masyarakat, apalagi sekolah ini banyak menghasilkan lulusan yang sudah bekerja. Posisi sekolah, kata dia, juga akan ditentukan saat pengumuman kelulusan mendatang serta perolehan nilai UN. Untuk itu dia mengajak siswa di Denpasar tetap berkompetensi meraih nilai UN dan UAS sebaik-baiknya berlandaskan kejujuran.
Kasek Ketut Suarya mengungkapkan selain sebagai sekolah ber- ISO 9001-2008, SMK PGRI 4 Denpasar kini dipercaya pemerintah pusat sebagai sekolah calon rujukan nasional. Dengan demikian sekolah ini berpeluang mendapatkan bantuan Rp 1 miliar untuk peningkatan mutu.
Yang menarik, banyak siswa peserta UN di SMK PGRI 4 Denpasar yang sudah bekerja. Ini dikatakan I Ketut Suarya hasil magang di sejumlah industri. Dengan demikian mereka sebelum tamat sudah menghasilkan uang dan mengentaskan pengangguran. Di samping itu sebagai bukti bahwa program keahlian yang diajarkan di sekolah relevan dengan tuntutan dunia industri.
Soal standar kelulusan, Ketut Suarya mengatakan naik dari tahun lalu menjadi 6,5. Kalau ada siswa yang meraih nilai di bawah standar, dia berani tidak meluluskan. Namun hasil pengamatan selama ini berkat budaya disiplin yang diterapkan di sekolah, semua siswa SMK PGRI 4 Denpasar memiliki motivasi belajar yang tinggi dan berkarakter mulia.
Ketut Suarya menjanjikan lulusan SMP di Bali yang memiliki prestasi di sepak bola, futsal, tenis meja dan animasi disiapkan kursi gratis dan diskon 40 persen uang bangunan. Hal ini berani dia lakukan untuk tetap menjaga kualitas dan predikat sekolah rakyat karena biaya pendidikannya terjangkau oleh rakyat. Khusus untuk lulusan SMP PGRI dan warga Padangsambian diberikan keringanan uang bangunan hingga 40 persen. Demikian juga siswa yang berprrestasi di akademis dan juara serta peserta IT Competition Forgriska.
Yang menarik, SMK PGRI 4 Denpasar membatasi diri menerima calon siswa baru yakni untuk 600 siswa atau sebanyak 15 kelas. Masing-masing tiga kelas untuk Multi Media, Jasa Boga sebanyak lima kelas, dan 13 kelas untuk AP. (putra)